Polemik Terminal Cililin, Dishub KBB Dituding Serobot Lahan Milik Desa

BandungRayaKita, KBB33317 Views

Bandungkita.id, KBB – Sejumlah warga mendesak Kepala Desa Cililin untuk mengambil lahan milik desa yang sudah bertahun-tahun dikuasai Dinas Perhubungan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Alasan warga supaya Kades segera mengambil lahan dari Dishub, karena lapak dagang yang mereka gunakan selama ini sudah tidak ada lagi. Hal itu terjadi karena imbas oleh pembangunan Alun-Alun.

Para pedagang yang selama ini mengais rejeki dari para pengunjung, berharap pemerintah memikirkan nasib mereka. Pedagang menuntut jangan sampai mata pencaharian mereka ikut tergusur seiring pembangunan Alun-Alun Cililin.

“Ya, kami minta pemerintah memperhatikan tempat usaha kami, katanya lahan terminal itu milik desa yang sudah bertahun-tahun digunakan oleh Dishub, sekarang kami membutuhkan lahan itu, kami minta Desa segera mengambil kembali lahan itu,” harap salah seorang pedagang mewakili yang lainya, ditemui sedang mangkal di Alun-Alun Cililin.

Warga lainnya menyarankan supaya lahan yang dikelola Dishub KBB, dijadikan tempat menampung para pedagang yang terimbas pembangunan Alun-Alun. Warga tadi menyebut saat ini terminal tidak berfungsi. Bahkan terminal lebih berfungsi bagi para pedagang.

“Bagusnya lahan terminal jadi buat pedagang, terminal cari tempat lain, ayeuna ge fungsi terminalna teu katinggal, katinggal keneh fungsi dagangna,” papar warga lainnya.

Warga tadi juga menilai yang ada di Cililin itu Terminal type C, hanya perlintasan saja tidak memerlukan lahan yang luas.
“Terminal tiasa di Pasar, type C hanya untuk perlintasan saja,” sambungnya.

Penasaran, mengapa di lahan milik desa tiba-tiba dibangun menjadi terminal? Bandungkita.id mewawancarai beberpa warga yang tahu asal-usul Alun-Alun Cililin.

Menurut kesaksian warga yang berhasil ditemui, semua menyebutkan bahwa lahan tersebut milik Desa Cililin yang digunakan untuk berbagai aktifitas warga.

“Lahan Desa, dulu itu lapangan sepak bola, lokasi yang ada bangunan kantor terminal sekarang, disitu tiang gawangnya”, ungkap Amar Sudarman (80), salah satu tokoh Cililin.

Lebih lanjut Amar mengatakan, lahan milik Desa Cililin sudah banyak yang beralih fungsi dan digunakan institusi lain, termasuk lahan yang digunakan oleh Dishub KBB.

Ia meminta supaya Kepala Desa Cililin mengambil lahan tersebut untuk digunakan sarana pendukung taman Alun-Alun sebagai Litle Madinah.

“Harus dikembalikan karena lahan itu milik desa, bisa dimanfaatkan sebagai sarana publik untuk mendukung keasrian Taman Alun-Alun, jangan sampai semerawut seperti sekarang,” pungkasnya.

Dilain pihak Kades Cililin menyebut tindakan Dishub KBB membangun terminal tanpa terlebih dulu meminta izin kepada pemerintah desa bisa. Hal itu pun bisa dikategorikan penyerobotan lahan, karena tanpa adanya komunikasi dan koordinasi dengan aparatur setempat.

Informasi bahwa Dishub membangun Terminal tanpa terlebih dahulu minta persetujuan kepada Pemdes, setelah Tedy Kusnaedi, Kades Cililin saat ini, menanyakan ihwal persetujua untuk membangun terminal kepada Penjabat Kades Cililin sebelum dirinya menjabat.

“Terminal itu dibangun dijaman saya belum menjadi Kades, sudah saya tanyakan kepada Pak Agus (Kades Cililin sebelumnya, Red.), bahwa Dishub membangun tanpa minta ijin terlebih dulu pada Desa alias ujug-ujug,” papar Tedy.

Sebagaimana diberitakan Bandungkita sebelumnya, sebagian besar lahan millik Desa Cililin telah digunakan untuk penataan Alun-Alun. Seiring dengan pemanfaatan lahan tersebu, maka kepemilikan sebagian lahan sudah beralih menjadi milik Pemda KBB.

“Lahan Alun-Alun Cililin memang milik desa, tapi karena akan digunakan untuk kepentingan pemerintah, sebagian dari lahan tersebut saya ijinkan digunakan oleh Pemda KBB untuk membangun Litle Madinah, lahan yang sudah dibangun sertifikatnya sudah milik Pemda KBB,” beber Tedy.

“Tidak semua diberikan ke Pemda, lahan yang dipakai oleh Dishub masih milik desa, mereka (Dishub.red) pernah meminta lahan tersebut untuk disertifikatkan oleh mereka, tapi tidak kami berikan,” pungkasnya.

Disinggung soal desakan warga, supaya Desa mengambil alih pengelolaan lahan dari Dishub KBB untuk dijadikan lapak para pedagang, Kades minta warga untuk bersabar, dirinya berjanji akan berupaya semaksimal mungkin.

“Kami minta warga bersabar, kami akan semaksimal mungkin berupaya mengurus pengelolaan lahan tersebut oleh Desa,” janjinya.

Terkait carut-marut status Terminal Cililin, Bandungkita.id meminta tanggapan serta penjelasan kepada Dishub KBB melalui pesan WhatsApp. Tapi hingga berita ini dimuat, tidak ada jawaban dari Kadishub KBB, A. Fauzan Azzima. (Dadang Gondrong)