BandungKita.id, KOMINFO – Talenta digital kini memiliki peluang lebih baik untuk meraih kesempatan berkarir di perusahaan impian mereka. Adanya pasar yang semakin kompetitif dalam mencari pekerjaan membuat tingkat perusahaan untuk merekrut karyawan menjadi lebih sulit. Permintaan lebih banyak daripada persediaan, hal itulah yang membuat banyaknya talenta-talenta sulit bersaing untuk masuk perusahaan.
Program Digital Talent Scholarship (DTS) Kementerian Komunikasi dan Informatika memberikan pelatihan di bidang digital sebagai bentuk dukungan untuk mencetak talenta digital berkualitas agar siap untuk menghadapi era transformasi digital. Salah satu program lanjutan dari pelatihan DTS yaitu program Pasca Pelatihan yang memiliki platform pencarian kerja bernama Diploy. Diploy Merupakan platform rekrutmen talenta digital yang bertujuan memfasilitasi perluasan kesempatan kerja alumni Digital Talent Scholarship. Platform ini mempertemukan para alumni dengan perusahaan yang sedang mencari talenta digital.


Dengan adanya platform Diploy, Puslitbang Aptika IKP Kominfo menyelenggarakan pertemuan HR Forum untuk bisa mendapatkan pendapat mengenai kebutuhan talenta digital. HR Forum merupakan kegiatan pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan praktik terbaik di antara para profesional HR dari berbagai perusahaan. Melalui forum ini, adanya analisis kebutuhan perusahaan, tantangan yang dihadapi dalam mengelola sumber daya manusia, serta upaya kerjasama untuk pengembangan SDM digital.
HR Forum diselenggarakan secara offline pada tanggal 26 September 2023 di DoubleTree by Hilton Surabaya dan dihadiri sebanyak 16 perusahaan. Diskusi berjalan dengan bahasan-bahasan yang variatif, mulai dari ketidaksesuaian kriteria yang diminta perusahaan dengan karyawan yang melamar, domisili yang tidak sesuai dengan permintaan perusahaan, dan tingginya gaji yang diharapkan oleh calon karyawan terutama Fresh Graduate. Dengan adanya keresahan yang dialami oleh para rekruiter, pihak Puslitbang Aptika IKP Kominfo bersama-sama dengan Dinas Ketenagakerjaan Surabaya mencari solusi dan membantu rekruiter untuk bisa memvalidasi serta memfilter talenta digital yang sesuai untuk perusahaan. HR Forum juga diharapkan dapat membantu perusahaan menemukan talenta digital yang sesuai dengan kriteria industri digital, sehingga perusahaan dapat memperoleh keunggulan kompetitif dalam pasar digital yang semakin kompleks.
Yudo Prasetyo selaku Manager HRD dari PT Karya Bintang Mandiri menyampaikan terima kasih atas kesempatan nya diundang ke acara HR Forum oleh Diploy di Surabaya. Beliau juga menyampaikan HR Forum sangat berkesan dan dapat menambah job portal mereka. Sangat penting untuk mengikuti kegiatan seperti ini era digitalisasi terutama untuk perusahaan kami yang bergerak di bidang rekrutmen. PT Karya Bintang Mandiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penyedia tenaga kerja dan selama ini permintaan klien untuk karyawan berpendidikan S1 lebih banyak, namun kedepannya akan dimulai untuk memperbanyak rekrutmen untuk karyawan lulusan vokasi.
APA ITU PROGRAM DIGITAL TALENT SCHOLARSHIP?
Sebelumnya, Dilansir dari Kominfo, Digital Talent Scholarship (DTS) adalah program pelatihan pengembangan kompetensi yang telah diberikan kepada talenta digital Indonesia sejak tahun 2018. Program ini ditunjukan untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing, produktivitas, profesionalisme SDM bidang teknologi informasi dan komunikasi bagi angkatan kerja muda Indonesia, masyarakat umum, dan aparatur sipil negaradi bidang Komunikasi dan Informatika sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing bangsa di era Industri 4.0, serta mampu memenuhi kebutuhan tenaga terampil di bidang teknologi.
Program DTS secara garis besar dibagi menjadi delapan Akademi, yaitu:
1. Fresh Graduate Academy (FGA)
2. Vocational School Graduate Academy (VSGA)
3. Thematic Academy (TA)
4. Professional Academy (ProA)
5. Government Transformation Academy (GTA)
6. Digital Entrepreneurship Academy (DEA)
7. Digital Leadership Academy (DLA)
8. Talent Scouting Academy (TSA)
Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dalam hal ini berupaya untuk menciptakan ekosistem seimbang untuk memaksimalkan peran pentahelix (pemerintah, komunitas/masyarakat, institusi pendidikan tinggi, dunia usaha, dan media) untuk menjadi fasilitator dan akselerator pendukung ekonomi digital.
Kontributor -Media Publikasi & Pasca Pelatihan




Comment