Pendidikan Berkualitas untuk Semua: Pemkab Bandung Bangun 28 SMP Baru dan Ajukan 22 SMA ke Pemprov

Advertorial597 Views


Komitmen Pemerintah Kabupaten Bandung dalam menciptakan akses pendidikan yang merata dan berkualitas kembali dibuktikan di tahun 2025. Melalui Dinas Pendidikan, Pemkab Bandung telah merampungkan pembangunan 28 Sekolah Menengah Pertama (SMP) baru di berbagai kecamatan, serta mengajukan proposal pendirian 22 Sekolah Menengah Atas (SMA) kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar Pemkab Bandung dalam mendukung visi “Kabupaten Bandung Cerdas 2025”, yang menempatkan pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia.

“Kami tidak ingin ada anak-anak di Kabupaten Bandung yang putus sekolah hanya karena jarak atau keterbatasan fasilitas. Pendidikan adalah hak, bukan privilese,” tegas Bupati Bandung, H. M. Dadang Supriatna, dalam konferensi pers di Gedung Moh. Toha.

Pemerataan Fasilitas Pendidikan di Wilayah Terpencil

Pembangunan 28 SMP baru difokuskan pada wilayah-wilayah yang selama ini minim fasilitas pendidikan tingkat menengah, seperti Kecamatan Cilengkrang, Cimaung, dan Kertasari. Sekolah-sekolah ini dilengkapi dengan ruang kelas modern, laboratorium IPA, perpustakaan digital, dan fasilitas olahraga.

Salah satu sekolah yang sudah beroperasi, SMP Negeri 4 Cimaung, mendapat sambutan hangat dari warga. “Anak saya dulu harus naik angkot ke kecamatan sebelah. Sekarang bisa jalan kaki ke sekolah. Terima kasih Pemkab,” ujar Pak Dedi, warga setempat.

📄 Proposal 22 SMA: Sinergi dengan Pemprov Jabar

Karena kewenangan SMA berada di bawah Pemerintah Provinsi, Pemkab Bandung mengajukan proposal pendirian 22 SMA baru untuk menjawab lonjakan lulusan SMP yang tidak tertampung. Proposal ini dilengkapi dengan kajian kebutuhan wilayah, data demografi, dan kesiapan lahan hibah dari desa-desa.

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat menyambut baik inisiatif ini dan telah menjadwalkan verifikasi lapangan untuk 12 lokasi prioritas.

Inovasi Kurikulum dan Digitalisasi

Selain pembangunan fisik, Pemkab Bandung juga memperkuat kualitas pendidikan melalui program:

  • Kurikulum Berbasis Kearifan Lokal: Mengintegrasikan budaya Sunda dan nilai-nilai karakter dalam pembelajaran.
  • Digitalisasi Sekolah: Penerapan Learning Management System (LMS) lokal dan pelatihan guru dalam penggunaan teknologi pendidikan.
  • Program “Guru Juara”: Pelatihan intensif untuk guru-guru baru agar siap menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21.

Target 2025: Nol Anak Putus Sekolah

Dengan ekspansi ini, Pemkab Bandung menargetkan penurunan angka putus sekolah hingga 0,5% dan peningkatan Angka Partisipasi Murni (APM) SMP dan SMA di atas 95%. Program beasiswa Besti dan insentif bagi siswa berprestasi juga diperluas untuk mendukung target tersebut.


Pendidikan bukan sekadar angka dan bangunan. Ia adalah harapan, masa depan, dan jembatan menuju kehidupan yang lebih baik. Melalui pembangunan sekolah dan sinergi lintas pemerintahan, Pemkab Bandung terus membuktikan bahwa pendidikan berkualitas bukan hanya slogan—tapi kenyataan yang sedang diwujudkan.

Comment