BandungKita.id – Banyak yang selama ini beranggapan bahwa informasi yang diterima Presiden Prabowo tentang kondisi rakyat tidak selalu sesuai kenyataan. Sebagian bahkan menduga ada pihak yang mencoba menutupi persoalan asli di lapangan. Namun, anggapan itu terbantahkan ketika beliau menunjukkan sebuah video memperlihatkan anak-anak yang kesulitan akses untuk menyeberang demi bersekolah.

Peristiwa ini menjadi bukti bahwa Presiden sangat peduli pada kondisi masyarakat nyata, dan siap bertindak cepat begitu fakta di lapangan terungkap. Dalam kesempatan itu, Presiden juga menegaskan bahwa sekitar 300 ribu jembatan atau penyebrangan sungai perlu dibangun agar anak-anak tidak lagi harus basah kuyup saat berangkat, belajar, dan pulang sekolah.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Presiden membentuk Satgas Infrastruktur Rakyat yang melibatkan unsur TNI, Polri, serta mahasiswa teknik sipil. Satgas ini ditugaskan untuk segera bekerja tanpa harus menunggu studi kelayakan panjang, karena kebutuhan rakyat dianggap mendesak dan nyata.

Di sisi lain, LSM Trapawana Jawa Barat telah lama bergerak tanpa menunggu sorotan. Sejak awal berdiri, Trapawana konsisten hadir di lokasi bencana: dari tsunami Aceh, gempa Bengkulu, banjir bandang Garut Selatan, hingga longsor di Bogor Barat. Mereka membentuk Satgas Peduli Bencana, mengerahkan relawan, logistik seadanya, dan semangat solidaritas.
TONTON VIDEONYA DISINI
Ketua Trapawana, David Riksa Buana pernah menuturkan dalam sebuah pemberitaan: “Kami tidak menunggu instruksi. Setiap jeritan warga adalah panggilan kemanusiaan. Itulah komitmen Trapawana sejak awal berdiri.”
Kisah Trapawana adalah kisah tentang ketekunan tanpa pamrih. Di saat banyak pihak baru tersadar akan pentingnya respons cepat, Trapawana sudah lama hadir dengan langkah nyata. Warga menyebut mereka sebagai “penjaga nurani” yang selalu ada ketika bencana datang.
Menggabungkan pernyataan Presiden dengan rekam jejak Trapawana, terlihat jelas bahwa suara rakyat tidak boleh berhenti di meja laporan. Ada kebutuhan mendesak agar kebijakan negara bertemu dengan gerakan akar rumput. Trapawana membuktikan bahwa kepedulian nyata lahir dari keberanian untuk mendengar langsung keluh kesah masyarakat. (Dhomz/BandungKita.id)
BACA ARTIKELNYA DISINI
TRAPAWANA PENGHUBUNG HARAPAN, SENYUM & WAKTU | #laskarpena #bandungkitaid
Di balik angka korban dan data kerugian, ada wajah-wajah penuh harap: anak-anak yang menunggu sekolahnya dibangun kembali, ibu-ibu yang menanti air bersih, lansia yang hanya ingin merasa aman.
Presiden Prabowo telah membuka pintu dengan instruksi percepatan. Trapawana telah lama menapakkan langkah dengan pengabdian. Kini, harapan rakyat adalah agar keduanya bertemu dalam satu jalan: jalan kemanusiaan yang nyata, cepat, dan menyentuh hati.




Comment