BMKG Wanti-wanti: Kemarau 2026 Datang Lebih Awal dan Lebih Kering, Puncaknya Agustus!

BANDUNG, BandungKita.id – Masyarakat diminta mulai waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem tahun ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 akan tiba lebih cepat dari biasanya di hampir separuh wilayah Indonesia.

Tak hanya datang lebih awal, durasi kemarau tahun ini diperkirakan bakal lebih panjang dengan kondisi yang jauh lebih kering dibandingkan angka normalnya.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengungkapkan bahwa pergeseran pola iklim ini memerlukan perhatian serius dari seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah daerah.

“Puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus mendatang. Kondisinya secara umum akan lebih kering,” ujar Teuku Faisal dalam konferensi pers resminya.

Antisipasi Krisis Air dan Karhutla

Mengingat durasi kemarau yang lebih panjang, BMKG menekankan pentingnya langkah mitigasi sejak dini. Teuku Faisal menegaskan ada tiga poin utama yang harus segera dilakukan:

  • Tata Kelola Air: Pemerintah daerah dan masyarakat diminta mulai memanen air hujan dan mengelola cadangan air di waduk atau embung agar tidak terjadi krisis air bersih.
  • Sektor Pertanian: Petani diimbau untuk menyesuaikan pola tanam agar tidak mengalami gagal panen akibat kekurangan pasokan air.
  • Waspada Karhutla: Kondisi lahan yang sangat kering meningkatkan risiko Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Kesiapsiagaan personel dan peralatan di daerah rawan harus diperketat.

Redaksi mengajak warga Bandung dan sekitarnya untuk mulai bijak dalam menggunakan air bersih sehari-hari. Mengingat sifat kemarau yang lebih kering, potensi debu dan polusi udara juga diprediksi akan meningkat.

Tetap pantau pembaruan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG atau akses berita terkini di laman BandungKita.id.

Editor: Joe
Sumber: BMKG

Comment