Ratusan Siswa SD Tegallaja Masih Ketakutan Bangunan Kelas Ambruk, Ini Alasannya

KBB, Terbaru, VideoKita1410 Views

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=sIaOuZhWhwU[/embedyt]

 

BandungKita.id, NGAMPRAH – Pasca kejadian atap ruang kelas SDN Tegallaja di Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat ambruk, Kepala Sekolah SDN Tegallaja bersama ratusan siswa mengaku masih dibayang-banyangi kekhawatiran terjadi lagi atap ruang kelas runtuh. Pasalnya, selain intensitas hujan yang masih tinggi, bangunan yang tersisa kondisinya tak kalah memprihatinkan.

Seperti diketahui, atap ruang kelas yang runtuh pada Rabu 31 Oktober 2018 adalah kelas 1,2,3 serta 1 ruang Kepala Sekolah, Bangunan Perpustakaan dan Ruang Guru.

Agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan seperti biasa, siswa kelas 1, 2 dan 3 belajar menggunakan ruang kelas yang tersisa yaitu kelas 4, 5 dan 6 melalui sistem kelas pagi dan kelas siang.

Namun menurut Kepala Sekolah SDN Tegallaja Asep Somantri, ruang kelas yang tersisa kondisinya juga tidak jauh lebih baik. Di tembok dinding ruangan, sudah terdapat retakan-retakan dan saat hujan tiba, sering terjadi bocor. Ia menilai ruang kelas yang tersisa tidak sesuai dengan standar bangunan yang layak.

“Kita masih ragu-ragu dan khawatir ruang kelas yang atas (Kelas 4,5, dan 6) ini. Kalau dilihat dari belakang, nampak didingnya banyak retakan. Saat hujan, beberapa titik bocor,” jelas Asep kepada BandungKita.id Senin (12/11/2018).

Baca juga: Ironis, Bangunan Sekolah Dekat Kantor Bupati KBB Ini Ambruk : Bupati dan Disdik Tak Tahu?

Dengan kondisi tersebut, Asep berharap pemerintah dapat segera memperbaiki seluruh ruang kelas yang ada, agar siswa tidak dibayang-bayangi atap rubuh. Beruntung saat kejadian tidak menelan korban jiwa.

Berdasarkan pantauan BandungKita.id, Dinas Pendidikan (Disdik) KBB sudah mulai memperbaiki atap bangunan tiga ruang kelas yang ambruk. Namun pihak sekolah mengharapkan bukan hanya atap yang diperbaiki, namun juga bangunan kelasnya karena sudah rawan ambruk.

“Allhamdulillah dari Pemda sudah ada penanganan untuk tiga ruang kelas yang kemarin ambruk. Tapi saya ingin justru semuanya dibongkar dan diperbaiki, tidak hanya tiga ruangan saja,” katanya. (RES/BandungKita.id)

 

 

Comment