Korban Paling Banyak Tsunami Selat Sunda ada di Kabupaten Pandeglang, BNPB Berhasil Tembus Kecamatan Sumur

Nasional, Terbaru2249 Views

BandungKita.id, BANDUNG – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus melakukan evakuasi dan pendataan terhadap korban tsunami selat sunda, pada Sabtu (22/12/2018).

Dari 281 orang meninggal dunia, 1.016 orang luka-luka, 57 orang hilang  tersebar di 5 kabupaten terdampak. Di Kabupaten Pandeglang tercatat korban 207 orang meninggal dunia, 755 orang luka-luka, 7 orang hilang, dan 11.453 orang mengungsi.

Kerusakan fisik meliputi 611 unit rumah rusak, 69 hotel dan vila rusak, 60 warung makan dan toko rusak, 350 perahu/kapal rusak, dan 71 unit kendaraan rusak.

Berdasarkan pantauan BNPB, kondisi terkini pasca tsunami di Kabupaten Pandeglang, bangunan banyak rusak. Petugas juga sempat kesulitan melakukan evakuasi kerana beberapa jalan dan jembatan rusak.

Namun, menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho saat ini  petugas dan kendaraan evakuasi sudah bisa menembus daerah Sumur, Kabupaten Pandeglang. Alat berat pun telah dikerahkan untuk membantu evakuasi korban.

“Kondisi bangunan yang banyak rusak akibat terjangan tsunami di daerah Sumur Kabupaten Pandeglang. Petugas dan kendaraan evakuasi sudah bisa menembus daerah Sumur. Sebelumnya beberapa jalan dan jembatan rusak. Alat berat dikerahkan untuk membantu evakuasi korban,” tulis Sutopo dalam akun twitternya, Senin (24/12/2018).

Daerah pesisir di sepanjang pantai dari Pantai Carita, Pantai Panimbang, Pantai Teluk Lada, Sumur, dan Tanjung Lesung banyak mengalami kerusakan. 10 kecamatan di Pandeglang terdampak dari terjangan tsunami. Korban paling banyak ditemukan di Hotel Mutiara Carita Cottage, Hotel Tanjung Lesung dan Kampung Sambolo.

Dalam cuitannya, Sutopo juga mengirimkan video berisi kondisi terkini dikawasan Sumur. Terlihat beberapa bangunan runtuh, jalan dipenuhi lumpur dan pepohonan tumbang. ***(RES)

Comment