Bupati dan Sekda KBB Mangkir di Tengah Krisis MBG?, Wakil Ketua DPR RI: Saya Kecewa

BandungKita.id – Ngamprah – Ketidakhadiran Bupati dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) dalam Rapat Koordinasi Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) se-KBB, Saptu malam (1/11), “Menurut kabar kedua Elit tersebut menhadiri acara lain di pangandaran, acara peningkatan kualitas Kepala Desa Se KBB” Ujar Sumber Bandungkita.id.

Hal tersebeut memicu kekecewaan mendalam dari Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal. Di tengah sorotan tajam terhadap lonjakan kasus keracunan makanan bergizi gratis (MBG) di KBB, absennya Sekda dinilai sebagai bentuk abai terhadap tanggung jawab struktural.“Terus terang saya kecewa. Seharusnya Sekda hadir malam ini. KBB ini penyumbang terbanyak kasus keracunan MBG. Sekda sebagai ketua Satgas daerah seharusnya memantau langsung dan melapor ke BGN,” tegas Cucun dalam forum yang dihadiri para pemangku kepentingan MBG.

Bandung Barat Disorot Media Asing

Sorotan terhadap KBB tak hanya datang dari dalam negeri. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S. Deyang, mengungkapkan bahwa media asing pun mempertanyakan maraknya kasus keracunan MBG di wilayah ini.

“Bandung Barat lagi, lagi-lagi Bandung Barat. Sampai media asing pun bertanya kepada saya, ada apa dengan Bandung Barat?” ujar Nanik dalam sambutannya.

Nanik menyebut kualitas air sebagai salah satu faktor utama penyebab keracunan. Tim investigasi BGN telah mengirimkan sampel air dari delapan SPPG bermasalah di KBB untuk diuji laboratorium.

“Hasil koordinasi kami dengan Kementerian Kesehatan dan kementerian lain menunjukkan bahwa 50 persen penyebab keracunan di KBB berasal dari air,” ungkapnya.

BGN: Reputasi Negara Dipertaruhkan

Rakor SPPG yang berlangsung di Ngamprah ini dihadiri langsung oleh Kepala BGN Dadan Hindayana, Wakil Ketua Bidang Operasional Pemenuhan Gizi Brigjen (Purn) Soni Sonjaya, Wakil Bupati KBB Asep Ismail, serta sejumlah pejabat daerah dan pusat.

Brigjen Soni menekankan pentingnya kesadaran kolektif seluruh elemen pelaksana MBG—dari kepala SPPG, ahli gizi, akuntan, relawan, hingga yayasan mitra.

“Kembali ke niat. Niat Anda jadi kepala SPPG, jadi ahli gizi, jadi mitra, jadi suplier itu apa? Anda adalah baseline keberhasilan program MBG. Tanggung jawabnya ada di pundak Anda,” tegas mantan Kapolres Bandung itu.

Sementara itu, Kepala BGN Dadan Hindayana mengingatkan bahwa keberhasilan program MBG bukan sekadar soal teknis, tapi menyangkut harga diri para pemimpin bangsa.

“Tanpa tanggung jawab dan kesungguhan, program MBG tidak akan berjalan. Reputasi para pimpinan negara dipertaruhkan. Mau ditaruh di mana muka para pemimpin kalau program ini gagal?” ujarnya.

ARTIKEL PILIHAN

Siaga Darurat atau Siaga Feodal? Kritik Terhadap Kepemimpinan Bupati Jeje Rithcie Ismail di Tengah Ancaman Longsor

Tagihan PDAM Tirta Raharja Sampai Belasan Juta, Warga Merasa Dirampok: Mantan Kades Pernah Kena Rp 9 Juta, PDAM Mau Salahkan Toren Lagi?

Mobil Laboratorium Pangan Sisir Wilayah, Pastikan Makanan Bergizi Aman Dikonsumsi

Kepala SPPG Jadi Sorotan

Dalam pengamatan BandungKita.id, materi rakor kali ini menyoroti tajam peran dan tanggung jawab kepala SPPG. Evaluasi menyeluruh terhadap kinerja mereka menjadi fokus utama, menyusul temuan-temuan lapangan yang menunjukkan lemahnya pengawasan dan pelaksanaan standar operasional.

Rakor ini menjadi alarm keras bagi seluruh pemangku kepentingan MBG di KBB. Ketidakhadiran Sekda di tengah krisis ini bukan hanya mencederai etika birokrasi, tetapi juga memperkuat kesan bahwa krisis MBG belum dianggap serius oleh sebagian elite daerah.

Reporter: Dadang Gondrong

Editor: Redaksi BandungKita.id

Comment