BANDUNG, BANDUNGKITA.ID – Keberhasilan Persib Bandung dalam meraih prestasi tertinggi di kancah sepak bola nasional tidak hanya melahirkan euforia bagi para bobotoh. Lebih dari sekadar trofi, setiap laga yang dilakoni Pangeran Biru terlebih saat berhasil mengunci gelar juara terbukti menjadi motor penggerak ekonomi yang luar biasa bagi masyarakat dan Pemerintah Daerah di Jawa Barat.
Analisis mengenai perputaran roda ekonomi ini salah satunya disoroti oleh Netizen bernama Alif Towew, Melalui sebuah hitungan logis terkait dampak industri sepak bola, ia mengungkapkan betapa besarnya potensi finansial yang berputar setiap kali Persib Bandung berlaga.
Menurutnya, sepak bola jika dikembangkan secara positif sebagai industri hiburan yang aman, tertib, dan menggembirakan, akan memiliki efek karambol (domino) yang sangat masif bagi perekonomian riil.
”Artinya jika sepak bola positif dikembangkan sebagai industri menghibur yang aman, maka akan semakin menarik pemain-pemain tersohor dan sponsor besar. Hal itu otomatis membuat industrinya semakin menarik, sehingga efek ekonomi dan sektor lainnya akan semakin besar,” ujar Matematkawan ITB ini dalam unggahannya seraya berdiskusi di media sosial.

Ia menambahkan bahwa momentum ini harus dimanfaatkan secara serius demi kesejahteraan bersama. “Marilah sepak bola bisa kita jadikan wadah pengembangan ekonomi rakyat,” lanjutnya.
Dampak nyata dari ekosistem sepak bola ini dirasakan langsung di berbagai sektor hilir. Saat hari pertandingan (matchday), okupansi atau tingkat keterisian hotel di Bandung dan sekitarnya melonjak tajam akibat kedatangan suporter dari luar kota.
Sektor transportasi, kuliner, industri kreatif seperti berkah penjualan merchandise atau atribut Persib, hingga pedagang kaki lima (PKL) di sekitar stadion turut kecratan berkah perputaran uang tunai yang cepat.
Kondisi ini pun memicu reaksi positif dari netizen. Salah satunya, Dewi Nurjanah, yang mengamini analisis tersebut. Menurutnya, hitungan perputaran ekonomi saat Persib berlaga sangatlah riil dan menguntungkan banyak pihak.

”Luar biasa hitungannya. Yang intinya ekonomi Jabar saat ada pertandingan Persib, semua mendapatkan keuntungan, bravo!” tulis Dewi dalam kolom komentar.
Tidak hanya bagi warga dan pelaku usaha mikro, perputaran rupiah ini juga memberikan kontribusi positif bagi pemerintah daerah melalui pendapatan asli daerah (PAD), mulai dari pajak hotel, restoran, hingga retribusi parkir dan penggunaan fasilitas publik.
Jika dikelola dengan regulasi yang baik, iklim pertandingan yang aman dan kondusif dipastikan akan terus menjadi stimulus pertumbuhan ekonomi rakyat Jawa Barat yang berkelanjutan. (BK/Red)
Sumber Video: @Muhammad Rofiq Widyawan





Comment