Ubah Gulma Jadi Berkah: PLN IP UBP Saguling dan Warga Cihampelas Inisiasi Solusi Sirkular Eceng Gondok Lewat Budidaya Jamur Merang

BANDUNG BARAT, BANDUNGKITA.ID — Penanganan eceng gondok di Waduk Saguling kini memasuki babak baru lewat pendekatan ekonomi sirkular. PT PLN Indonesia Power (IP) UBP Saguling berkolaborasi dengan mitra binaan Saboer Padjadjaran dan 20 warga lokal merintis program pemanfaatan eceng gondok menjadi media tanam jamur merang di kawasan BOSS (Biomassa Operating System), Desa Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat.

Program yang dimulai sejak tahun 2024 ini hadir sebagai langkah konkret mengatasi enceng gondok yang selama ini mengganggu operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Saguling, mempercepat sedimentasi DAS Citarum, serta menyulitkan akses transportasi dan perikanan warga.

Hingga kini, sebanyak 147,6 ton eceng gondok berhasil diangkat dari waduk dan diolah melalui proses pencacahan, pengeringan, hingga fermentasi.

Infrastruktur dan Hasil Produksi Awal

Untuk menunjang siklus produksi 40 harian, telah dibangun 12 unit kumbung (rumah jamur) yang dikelola secara kolaboratif oleh warga. Dari fase awal pengembangan ini, program telah menghasilkan akumulasi panen sebesar 1.413 kg jamur merang.

Secara keekonomian, kelompok pengelola mencatatkan rata-rata laba bersih usaha sebesar Rp 1.500.000 sd Rp3.622.125 per bulan per kumbung. Capaian ini menjadi nilai tambah ekonomi baru bagi warga sekitar waduk yang terlibat langsung dalam rantai kerja, mulai dari pemanenan di air hingga perawatan kumbung.

Pemasaran dan Tantangan Ekonomi: Ikhtiar Berkelanjutan Bersama

Guna menyerap hasil panen, pemasaran jamur merang saat ini berfokus pada pemenuhan kebutuhan pasar lokal di wilayah Cihampelas dan sekitarnya, serta jaringan kemitraan kuliner setempat.

Manajemen PT PLN IP UBP Saguling menyadari bahwa program ini masih merupakan ikhtiar bersama yang terus disempurnakan. Angka pendapatan yang dihasilkan saat ini diakui sebagai tahap awal penguatan kapasitas masyarakat, belum sepenuhnya menjadi sumber pendapatan utama (primary income) bagi seluruh anggota.

Oleh karena itu, sebagai langkah perbaikan berkelanjutan (continuous improvement), PLN IP UBP Saguling bersama Saboer Padjadjaran berkomitmen untuk terus mendampingi warga dalam dua aspek krusial:

  1. Peningkatan Kapasitas Produksi: Menambah efisiensi pengolahan eceng gondok agar volume pengerukan gulma di Waduk Saguling semakin signifikan.
  2. Perluasan Rantai Pasok (Offtaker): Membuka akses jaringan pasar yang lebih luas ke tingkat grosir dan industri olahan pangan guna menjamin kepastian harga dan stabilitas pendapatan warga.

Melalui integrasi antara pemulihan ekosistem Waduk Saguling dan pemberdayaan ekonomi warga, program ini diharapkan dapat berkembang dari sekadar proyek percontohan (pilot project) menjadi model bisnis komunitair yang mandiri, tangguh, dan berkelanjutan.(**)

Sumber: Humas/Siaran Pers Indonesia Power

Comment