by

Bupati Aa Umbara Disebut Terima Duit Rp 100 Juta dari Weti, Begini Kata Saksi Kunci

BandungKita.id – Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna disebut menerima duit sebesar Rp 100 juta dari mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) KBB, Weti Lembanawati. Hal tersebut terungkap dalam persidangan kasus suap yang melibatkan mantan Bupati Kabupaten Bandung Barat (KBB) Abubakar di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Senin (15/10/2018) sore.

Aliran dana kepada Aa Umbara yang saat itu masih menjabat sebagai Ketua DPRD Bandung Barat terungkap saat hakim yang dipimpin Fuad Muhamadi memeriksa saksi PNS Bandung Barat bernama Caca dalam sidang lanjutan kasus suap Abubakar. Caca awalnya sempat berkelit. Namun setelah didesak Jaksa KPK, ia akhirnya mengakui ada uang yang diserahkan kepada Aa Umbara.

Pernyataan itu berawal saat jaksa menampilkan gambar di monitor yang merupakan catatan tulisan tangan yang disebut ditulis oleh Caca. Tulisan tangan bendahara Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) tersebut, tercatat aliran uang dari para kepala dinas untuk pemenangan Elin Suharliah, istri Abubakar saat Pilkada serentak beberapa waktu lalu. Caca diminta menjelaskan soal catatan itu.

Namun dalam catatan, terlihat ada aliran uang ke ketua dengan besaran Rp 100 juta yang diserahkan kepada seseorang bernama Aep. Jaksa KPK Budi Nugraha menyebut Aep merupakan sopir Ketua DPRD Bandung Barat Aa Umbara sesuai berita acara pemeriksaan (BAP) Caca.

Caca tampak bingung dengan pertanyaan soal uang ke ‘ketua’ itu. Bahkan dia mengaku lupa. “Saya lupa,” kata Caca.

Jaksa KPK kemudian bertanya lagi kepada Caca. Jaksa meminta Caca untuk berkata jujur dalam memberikan keterangan. Bila tidak, ia bisa diancam pidana.

“Ini catatan saudara, dalam berita acara pemeriksaan, saudara mengatakan Aep ini sopir Ketua DPRD Bandung Barat. Coba jujur, ada ancaman kalau memberikan keterangan palsu. Kenapa anda jadi kebingungan saat di bagian ini (catatan ketua Rp 100 juta),” kata Budi dengan nada tinggi.

Caca akhirnya buka suara. Dia mengaku diperintahkan oleh Weti Lembanawati yang juga jadi terdakwa dalam kasus suap tersebut. Caca menyebut dirinya diminta Weti untuk menyerahkan uang kepada supir Aa Umbara itu di kawasan Pasteur Bandung.

“Saya diminta menyerahkan berulang kali oleh Bu Weti ke Aep. Memang tidak diserahkan ke ketua,” katanya.

Jaksa lalu membacakan soal keterangan Caca dalam sidang kasus yang sama dengan terdakwa Asep Hikayat kepala BKPSDM Bandung Barat. Dalam kesaksiannya saat itu, sambung jaksa, Caca yang menghubungi Aa Umbara diminta untuk menyerahkan uang ke sopirnya bernama Aep.

Caca mengakui keterangan yang dibacakan oleh jaksa. Namun, dia kembali berdalih uang itu berbentuk uang pinjaman.

“Ibu Weti nanya ada uang atau enggak, saya bilang ada, lalu bu Weti bilang pak Ketua (Aa Umbara) mau pinjam uang. Saya serahkan beberapa kali,” katanya sambil mengaku tak tahu besaran nilai yang diberikan.

Keterangan Caca justru membuat jaksa heran dan mempertanyakan sejak kapan Weti memiliki usaha peminjaman uang.

Selain jaksa, hakim juga merasa janggal dengan keterangan Caca. “Kenapa uang diserahkan ke ketua DPRD sedikit-sedikit,” kata hakim.

“Perintahnya seperti itu,” timpal Caca.

“Makanya lucu ini, anda sehari tiga kali menyerahkan uang ke Ketua DPRD, kenapa tidak langsung 100 juta (rupiah). Terus kenapa juga ini Ketua DPRD minjem segala,” katanya.

Hakim menyebut akan mengkonfrontir keterangan Caca dengan Aa Umbara. Bupati Bandung Barat itu memang akan dimintai keterangan usai kesaksian dari Caca dan 3 PNS Bandung Barat lainnya. (ZEN)

Comment