Warga Komplek Permata Cimahi Menuntut Diperhatikan Pemkab KBB, Begini Jawaban Bagian Aset dan Perumahan

BandungKita,id, NGAMPRAH – Komplek Permata Cimahi yang terletak di Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) sudah berdiri puluhan tahun. Namun hingga saat ini, aset salah satu komplek perumahan terbesar di KBB itu hingga kini belum diserahterimakan ke Pemkab Bandung Barat.

Akibatnya, ribuan warga Komplek Permata Cimahi tak pernah merasakan manisnya pembangunan yang dilakukan Pemkab Bandung Barat. Mereka terpaksa membangun sendiri berbagai fasilitas seperti akses jalan, trotoar hingga fasilitas fasos fasum dengan cara iuran.

Terlebih, pihak pengembang Komplek Permata pun hanya memberikan janji-janji manis kepada warga. Pihak pengembang sudah tak mau memperbaiki jalan dan fasilitas lainnya.

“Contohnya beberapa bulan ke belakang, kami iuran sebesar Rp 600 ribu per keluarga hanya untuk membangun jalan lingkungan. Sudah lama jalan kami rusak dan tak pernah diperbaiki pengembang apalagi Pemda,” kata salah seorang warga Komplek Permata, Dona Hermawan kepada BandungKita.id, Jumat (23/11/2018).

Dona mengatakan warga Komplek Permata sebenarnya sudah sejak lama mendesak pihak pengembang untuk segera menyerahkan aset jalan dan fasos fasum di perumahan tersebut kepada Pemkab Bandung Barat. Sebab, kata dia, warga pun ingin merasakan haknya dilayani dan diperhatikan Pemkab Bandung Barat.

“Sudah lama kami warga Komplek Permata tidak merasakan ada pemerintah hadir. Kami warga KBB juga, tapi kami membangun daerah kami sendiri tanpa bantuan dan perhatian Pemda,” tegas Dona.

Karena kekesalan warga yang telah memuncak, sambung dia, warga Komplek Permata Cimahi pernah melakukan aksi dengan memboikot kegiatan Pilkada KBB. Hal serupa, kata dia, kemungkinan akan kembali dilakukan jika Pemkab Bandung Barat masih tak memperhatikan warga Komplek Permata.

“Minimal Pemkab Bandung Barat dapat mendorong pengembang untuk segera menyerahkan aset serta fasilitas lainnya kepada Pemkab agar ke depan semua aset Komplek Permata menjadi aset Pemkab. Kami iri dengan warga lain yang daerahnya dibangun Pemkab. Apalagi Bupati KBB pun pernah berjanji akan membantu permasalah Permata (serah terima),” beber Dona.

BACA JUGA :

Terpisah, Kepala Bidang Aset Pemkab Bandung Barat Asep Sudiro mengakui sebelumnya pengembang Komplek Permata Cimahi sempat mengusulkan penyerahan aset dan fasilitas fasos fasum komplek tersebut ke Pemkab Bandung Barat. Namun, kata dia, saat itu permohonan pengembang Komplek Permata ditolak Pemkab Bandung Barat.

“Jadi mereka (pengembang Komplek Permata) saat itu tidak memenuhi persyaratan. Aset-aset yang hendak diserahkan tidak sesuai standar. Kita (Pemkab) kan punya standar, punya kriteria. Saat itu standar mereka tidak masuk,” kata Asep Sudiro saat dihubungi BandungKita.id melalui ponselnya, Jumat (23/11).

Menurut dia, salah satu persyaratan yang tidak dipenuhi Pengembang Komplek Permata adalah jalan. Saat hendak diserahkan ke Pemkab, ujarnya, jalan Komplek Permata dalam keadaan rusak. Selain itu, kata dia, site plan yang diserahkan pengembang tidak sesuai dengan kondisi faktual di lapangan.

“Masa jalan rusak diserahkan. Harusnya dalam keadaan baik dulu. Saya juga aneh, kenapa pengembang Permata itu tidak menyerahkan dari dulu. Apa kendalanya. Site plan juga tidak sesuai. Kalau untuk RTH (ruang terbuka hijau), ya harus RTH,” jelas dia.

Sebagai pengembang perumahan, menurut Asep Sudiro, mereka harusnya mengerti dan memahami aturan dan persyaratan-persyaratan agar aset perumahan dapat diserahterimakan kepada pemerintah daerah.

“Beberapa bulan ke belakang, pengembang Permata kembali mengajukan serah terima, tapi ternyata kondisinya masih gitu-gitu aja. Jadi tidak benar kalau disebut Pemda menolak karena khawatir jadi beban pemerintah. Justru kita senang kalau diberi aset karena nantinya itu akan jadi aset pemkab. Jadi saya kira masalahnya ada di pengembang,” tutur Asep Sudiro.

Buktinya, kata dia, Pemkab Bandung Barat menerima pelimpahan serah terima aset dari sejumlah perumahan asalkan sudah memenuhi semua kriteria yang ditetapkan.

Sementara itu, Kepala Seksi Monitoring dan Evaluasi Prasarana Sarana dan Utilitas Perumahan Dinas Perumahan dan Pemukiman KBB, Iwan mengatakan dirinya tidak bisa menjelaskan secara rinci mengenai usulan serah terima aset Komplek Perumahan Permata Cimahi tersebut. Ia beralasan harus lihat data terlebih dahulu.

“Yang jelas Komplek Permata Cimahi memang itu salah satu prioritas untuk segera diserahterimakan. Itu tugas saya. Insya Allah akan terus digenjot,” ujar Iwan sambil menutup telepon dengan alasan sedang diperiksa oleh BPK. (ZEN/BandungKita.id)

Comment