by

Wujudkan Kesejahteraan Guru, Disdik Jabar Siapkan Program “Guru Honor Pelosok”

BandungKita.id, BANDUNG – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat mencanangkan sejumlah program untuk meningkatkan kesejahteraan guru di sejumlah daerah pelosok di Jabar. Hal tersebut diungkapkan Kadisdik Provinsi Jabar Ahmad Hadadi, di Gedung Sate, Senin (26/11/2018).

Ahmad mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah program yakni memberi honor khusus untuk guru yang berada di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T)

“Juga untuk beberapa hal kami prioritaskan guru-guru yang dipelosok untuk mendapatkan penghargaan dari pemerintah kalau ada event-event akan kami prioritaskan,” jelasnya.

Sementara itu secara umum Ahmad juga mengatakan terkait ketersediaan guru di Jawa Barat dan dan jumlah guru yang dibutuhkan masih mengalami ketimpangan

“Sekarang kami kekurangan guru sekitar 14.000 orang untuk SMK/SMA, SLB, kalau ditambah dengan SD/SMP bisa jadi 3 kali lipat kebutuhannya, tidak kurang dari 50 ribuan, untuk se Jawa Barat dan ini harus ada pengangkatan kalau engga, bisa lebih dahsyat,” tutur Ahmad

Baca juga: Hari Guru Nasional: Provinsi Jawa Barat Darurat Kekurangan Guru, Segini Jumlahnya

Daerah yang mengalami kekurangan guru terbanyak, dikatakan ahmad adalah wilayah Jabar Selatan, hal jtu terjadi karena memang jumlah PNS yang terbatas,

“Kalau gurunya tersedia kan mungkin bisa ditempatkan dimana saja,” jelasnya.

Selain itu, terkait upah guru honorer Ahmad mengatakan bisa lebih meningkat karena dari APBD Jawa Barat menganggarkan Rp 85.000 untuk satu jam mengajar

“Tadinya kan berkisar antara Rp 25-50.000 selain itu juga kita mendorong para honorer, dapat tunjangan profesi guru yang sama dengan gaji pokok ASN, ini juga luar biasa, tapi itu tidak mudah untuk dapat tunjangan profesi guru, mereka harus lulus beberapa latihan profesi guru,” katanya

Lebih lanjut, kata Ahmad, tunjangan profesi guru bisa didapatkan setelah para honorer lulus mengikuti seleksi wawancara dan tes online bagi yang lulus akan diberi sertfikat sebagai bukti untuk mendapat tunjangan.

Ahmad berharap, dengan program tersebut para honorer dapat terus meningkatkan kualitas dan profesionalismenya dalam dunia pendidikan.***(RES)

Comment