oleh

Perempuan Ini Kabur dan Jadi Buronan Selama 5 Tahun, Pelariannya Berakhir di Cikalongwetan KBB : Begini Proses Penangkapannya

BandungKita.id, CIMAHI – Berhasil kabur-kaburan dan sulit tertangkap selama lima tahun belakangan, buronan kasus korupsi pengadaan buku di Dinas Pendidikan Tabalong, Kalimantan Selatan (Kalsel) harus mengakhiri pelariannya di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Pelaku atas nama Neni Kurnaeni atau Hj. Neni selaku Direktur PT Bagus Tira Wardana, diamankan di rumah keluarganya di Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Penangkapan terhadap pelaku dilakukan oleh Jaksa Intelijen dan Staf Pidana Khusus dari Kejari Cimahi, dibantu jajaran Polres Cimahi dan Tim KPK, Rabu (12/12) malam lalu.

Kepala Kejari Cimahi, Harjo mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan KPK untuk menangkap terpidana yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dari Kejaksaan Negeri Tabalong tersebut.

“Tidak ada perlawanan dari yang bersangkutan saat dilakukan penangkapan karena lokasi rumahnya di Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat sudah kita kepung,” ujarnya saat ditemui di Dinas Jasmani Angkatan Darat (Disjas AD), Jalan HMS Mintareja, Kota Cimahi, Jumat (14/12).

Terpidana Neni Kurnaeni, dijatuhi hukuman empat tahun penjara terkait kasus korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan tahun anggaran 2010 dengan kerugian negara mencapai Rp 9,6 miliar.

Terpidana dalam kasus DAK tahun 2012 untuk pengadaan buku-buku perpustakaan SD/SLB ini dihukum empat tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider empat bulan kurungan.

“Terpidana dijatuhi hukuman empat tahun saat disidangkan di pengadilan tipikor Banjarmasin,” ujarnya.

Namun, lanjut dia, dengan alasan berobat terpidana berhasil kabur dan kerap berpindah-pindah tempat, sehingga pernah gagal saat dilakukan penangkapan, hingga akhirnya terpidana berhasil diringkus di Cikalong Wetan.

“Dia jadi buronan Kejaksaan Negeri Tabalong kurang lebih selama 5 tahun. Alhamdulillah sekarang bisa tertangkap,” katanya.

Setelah dilakukan penangkapan, terpidana Neni Khurnaeni langsung dibawa ke Banjarmasin untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut.

“Langsung dibawa ke Kalimantan Selatan. Jadi status kami di sini hanya membantu penangkapan pelaku,” tegasnya. (SDK/BandungKita.id)

Komentar