oleh

Jika Saksi Kasus Video Viral Aa Umbara Takut Diminta Keterangan, Bawaslu akan Gandeng LPSK

BandungKita.id, NGAMPRAH – Rumor beberapa saksi tak mau memberi keterangan kepada Bawaslu tentang kasus video viral Bupati Bandung Barat Aa Umbara mencuat. Menanggapi hal itu, Bawaslu Kabupaten Bandung Barat merencanakan megandeng Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Namun demikian, sejuh ini Bawaslu KBB mengaku belum menerima laporan terkait adanya saksi yang merasa takut saat diminta keterangan kasus dugaan penggiringan suaran guru honorer oleh Bupati KBB Aa Umbara.

“Kalaupun ada saksi yang merasa taku, nanti kami akan konsultasikan apa bisa bekerja sama dengan LPSK atau tidak. Kemudian kami akan tindak lanjuti. Tapi sampai sejauh ini belum ada laporan saksi yang ketakutan,” ujar Komisioner Bawaslu KBB Bidang Divisi Penindakan Pelanggaran, Ai Wildani Sri Aidah, di Kantor Bawaslu KBB, Rabu (2/1/2019).

Baca juga: Video Viral Bupati Bandung Barat Bisa Jadi Bukti Kuat Pelanggaran Netralitas, Bawaslu Diminta Segera Ambil Tindakan

Senada dengan Ai, Ketua Komisioner Bawaslu Jabar, Abdullah mengatakan pihaknya akan bekerja sama dengan LPSK jika ada saksi yang merasa di intimidasi. Menurutnya, selain saksi LPSK juga nanti bisa mendampingi dan melindungi para pelapor.

“Kaitannya dengan ini (perlindungan saksi) Bawaslu RI sudah bekerja sama dengan LPSK. Nah ini bagian dari upaya perlindungan bagi pelapor dan saksi yang dilakukan oleh Bawaslu,” paparnya saat acara Konferensi Pers Bawaslu Jabar di Ibis Hotel Bandung, Sabtu (29/12/2018) lalu.

Baca juga: Anggaran BPBD KBB Minim, Aa Umbara Dinilai Tak Serius Tangani Bencana

Sementara itu, pelapor kasus video viral oleh Bupati KBB Aa Umbara, Muhamad Rauf membenarkan terkait ada beberapa saksi yang merasa ketakutan untuk dimintai keterangan oleh Bawaslu. Namun, dirinya belum mengetahui secara pasti siapa orang-orangnya.

“Rumor saksi yang merasa takut itu benar. Cuman saya masih cari tahu informasi lebih mendetail,” ujarnya saat dihubungi BandungKita.id, Kamis (3/1/2018).

Rauf menduga ketakutan beberapa saksi muncul karena khawatir akan diberhentikan dari pekerjaannya sebagai guru.***(BGS/BandungKita)

Komentar