oleh

Heboh Penyebaran Kalender PKH Bergambar Jokowi oleh Pendamping PKH, Ini Tanggapan Ketum Relawan Roemah Djoeang

BandungKita.id, GARUT – Beredarnya kelander bergambar Jokowi yang dibagikan oleh pendamping program keluarga harapan (PKH) di Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, beberapa waktu lalu, ditanggapi keras oleh Ketua Umum Relawan Roemah Djoeang Brigade 02 Garut, Yusuf Supriadi.

Pihaknya selaku relawan pasangan capres 02 di Kabupaten Garut sudah mendapatkan infromasi terkait pembagian kalender yang dibagikan oleh pendamping PKH. “Informasi dari tim relawan, teman – teman di media sosial, maupun di grup terkait ini (pembagian kalender),” kata Yusuf, saat ditemui di Roemah Djeoang di Jalan Suherman, Selasa (27/3/2019).

Hanya saja pihaknya sampai saat ini belum mendapatkan bukti fisik kalender yang ramai dibicarakan tersebut. Sehingga pihaknya hanya bisa mengimbau kepada pendamping PKH yang diduga menjadi sarana kompanye.

BACA JUGA :

Heboh! Pendamping PKH di Garut Sebar Kalender Jokowi, Mengaku Diperintahkan Dirjen Kemensos

 

Kades Cimareme Garut yang Ajak Pilih Jokowi Jadi Tersangka

 

 

“Yang namanya uang negara itu ya uang rakyat, siapapun Presidennya harus menjalankan amanat Undang-Undang, melalui pemerintah,” katanya.

Jadi seandinya ada oknum pendamping PKH atau perintah dari oknum pimpinan atau memang disengaja sebagai sarana untuk kompanye. “Saya pikir ini tidak baik dan ini akan mencitrakan demokrasi yang tidak sehat,” ucap Yusuf.

Seyogyanya, kata Yusuf demokrasi ini tidak dikotori dengan hal – hal yang tidak baik, baik dari pasangan 01 maupun pasangan 02. Diharapkan memang kompetisi ini menjadi kompetisi yang sehat, kompetisi yang tidak bagi – bagi uang maupun bagi – bagi sembako.

Dirinya juga berharap aparatur negara seperti Aparat Kepolisian, TNI, PNS, Kepala Desa melalui surat edaran Kapolri dengan No Surat KS/DEN C 04/III/2019/DIVPROPAM. Mengimbau seluruh aparat pemerintahan untuk bisa menjaga netralitasnya dalam pemilu kali ini.

“Seluruh jajaran Kepolisian harus netral dalam keberpihakan, posisinya harus di tengah-tengah kalau ada yang salah tegur,” ucpanya. (M Nur el Badhi/Bandungkita.id)

Editor: Dian Aisyah

Komentar