by

Pentingnya Sifat Muroqobah Seorang Muslim

BandungKita.id, KAJIAN ISLAM – Muroqobah  yaitu salah satu sifat yang harus dimiliki oleh seorang muslim. Seseorang memerlukan pengendalian untuk menjalankan ketaatan kepada Allah SWT, dimanapun ia berada dengan sifat muroqobah.

Hal itu dikatakan KH. Yusuf Muhammad dalam kajian Madrasah Ukhhuwah, di Masjid Al-Irsyad, Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (29/1/2019).

Kajian yang bertajuk “Akidah Membuahkan Muroqobah” tersebut berlangsung secara khidmat. Dalam ceramahnya, KH Yusuf mencontohkan muroqobah dalam kehidupan di dunia saat ini.

“Contohnya jika di kantor kita ada CCTV, kita merasa diawasi dan saya yakin kita sangat berhati-hati sekali dalam melakukan sesuatu. Suara bahkan videonya bisa terekam, jika berbuat baik maka berdampak baik, begitu juga sebaliknya, dan kekuasaan Allah lebih dari itu,” ucapnya kepada jemaah.

Allah berfirman :

الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَى أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan,” (QS. Yasin: 65).

Kata Allah akan datang seseorang pada hari kiamat, menolak semua kesaksian yang Allah berikan dari malaikat. Semua yang ada disekitar kita, benda-benda, udara, air, cahaya, akan menjadi saksi, namun semuanya ditolak.

“Ya Allah saya percaya diriku sendiri. Lalu Allah pun mengunci mulut kita, semua anggota tubuhlah yang akan berbicara,” ucapnya.

Untuk itu, lanjut KH Yusuf. Seseorang harus sadar, bahwa Allah mengawasi kita. Salah sekali jika seseorang berpikir bahwa Allah tidak mengawasi kita.

Semua kegiatan, mau itu menipu, menucuri, memeluk, menulis, bersedekah. Apa saja disaksikan oleh Allah dan para Malaikat.

Sampai tibalah pada hari kiamat, mereka akan memperlihatkan bukunya yang penuh dengan catatan kejujuran. Untuk itu ada poin penting yang kita dapat, jika kita membiasakan diri dengan sifar muroqobah.

“ Menjaga jalan yang benar agar tetap konsisten, pengendalian diri agar tidak terjerumus pada perbuatan dosa, dan mengetahui kesiapan dan persiapan yang matang untuk melakukan perencanaan,” pungkasnya. (DIN/Bandungkita.id).

Comment