by

Bisa Ditiru, Pemilihan Ketua Osis SMKN 1 Garut Gunakan Sistem Daring

BandungKita.id, GARUT – Pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) di SMKN 1 Garut ini bisa ditiru untuk diterapkan dalam pemilu di Indonesia. Pasalnya sistem yang digunakan bukan cara konvensional dengan memakai kertas. Tak ada surat suara untuk memilih calon ketua. Begitu pula kotak suara untuk memasukkan kertas suara.

Dengan kemajuan teknologi, pemilihan Ketua OSIS menggunakan sistem daring. Setiap siswa bergiliran memilih calon pilihannya melalui komputer yang telah disediakan.

Tinggal memasukkan nama dan sandi, dua calon Ketua OSIS akan tampil di dalam komputer dan siswa tinggal menekan tombol salah satu calon pilihannya. Alya Adn (17), siswa kelas XI Multimedia mengaku jika sistem tersebut sangat memudahkan. Setiap siswa pun dipastikan memilih karena sudah terdata dalam absen di sekolah.

“Jadi kami dikasih user name dan password sama sekolah. Satu user name cuma bisa dipakai sekali,” ujar Alya usai memilih calon Ketua OSIS, Selasa (19/2/2019).

Dengan sistem daring, Alya mengaku lebih mudah dan cepat untuk memilih. Selain itu juga menghemat waktu karena pemenang bisa segera diketahui.

“Nanti siang juga langsung ketahuan hasilnya. Di aula kan juga update untuk suara yang masuknya. Sekarang saja sudah lebih dari 55 persen suara masuk,” kata Alya.

Sistem daring ini juga dinilai tidak mengganggu proses belajar karena pemilihan cepat berlangsung. Kepala Sekolah SMKN 1 Garut, Dadang Djohar Arifin, menuturkan pemilihan sistem daring tersebut bukan yang pertama kali dilakukan. Sistem tersebut sudah diterapkan sejak tahun lalu.

“Sudah dua kali kami lakukan pemilihan Ketua OSIS dengan sistem daring. Lebih efektif dan memuaskan hasilnya,” kata Dadang.

Sistem daring tersebut sengaja diterapkan untuk memudahkan pemilihan Ketua OSIS. Para siswa juga bisa praktik langsung memilih secara daring.

“Kalau pakai kertas atau cara konvensional itu habiskan waktu lama. Kalau online bisa cepat diketahui hasilnya,” ujarnya.

Selain itu, cara daring juga menghindarkan kecurangan. Pasalnya satu siswa hanya bisa satu kali memilih. (M Nur el Badhi/Bandungkita.id)

Editor: Dian Aisyah

Comment