oleh

Aliansi Save Garut, Gelar Aksi Tolak Penetapan CA Kamojang dan Papandayan Menjadi TWA

BandungKita.id, GARUT – Aliansi Save Garut melakukan aksi turun kejalan, menolak penuruanan status Cagar Alam (CA) Kamojang dan CA Gunung Papandayan menjadi Taman Wisata Alam (TWA). Dengan munculnya keputusan Mentri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, No. SK.25/Menlhk/Setjen/Pla.2/1/2018, tentang perubahan CA menjadi TWA.

Masa aksi yang berkumpul di Tugu Simpang Lima Garut serta membawa keranda mayat tanda matinya pemerintahan, juga dengan simbol pejabat membawa seseorang yang diartikan sebagai CA. Menurut Koordinator Lapangan Save Garut, Rianna Ramadan, masyarakat belum banyak yang tahu perihal perubahan status CA menjadi TWA ini.

CA sendiri merupakan satu kawasan suaka alam yang keadaan alamnya mempunyai kekhasan tumbuhan, satwa dan ekosistem, tentunya perlu dilindungi perkembanganya secara alami. “Penurunan status CA menjadi TWA kami, menolak keras. Karena dengan status CA, seharusnya pemerintah sudah tahu tidak boleh dirobah statusnya,” ucapnya saat melakuakan aksi di Simpang Lima Garut, Kamis (14/3/2019).

Hal serupa juga terjadi pada Gunung Papandayan, wilayah Tegal Panjang, yang statusnya pun akan berubah menjadi TWA. “Kalau di TWA Papandayan sekarang belum, tapi mau ada yang diturunkan menjadi TWA contohnya di Tegal Panjang,” ucapnya.

Baca juga : BBKSDA Jabar Akui Penurunan Status Cagar Alam Papandayan dan Kamojang untuk Pemanfaatan Panas Bumi

Status perubahan status TWA juga pernah terjadi di Blok Ciharus, namun status tersebut membuat hutan dan danaunya menjadi rusak dab tak terurus. “Seperti Blok Ciharus yang tidak di urus oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jabar wilayah V Garut, sekarang kondisinya rusak, jalan juga mengalami kerusakan,” katanya Rianna.

Gunung Guntur juga hampir 70 persenya merupakan CA, namun sampai sekarang belum ada perhatian lebih dari BKSDA. Untuk itu pihaknya menolak dengan adanya penurunan status CA menjadi TWA oleh pemerintah.

Mempertanyakan ketegasan Pemerintah Garut untuk menyikapi persoalan dampak penuruan kawasan CA menjadi TWa. “Kami juga mengajak seluruh elemant masyarakat untuk menjaga keutuhan Cagar Alam,” katanya. (M Nur el Badhi)

Editor: Dian Aisyah

Komentar