by

Dorong Pemanfaatan Energi Terbarukan, Menteri ESDM Berharap Mobil Listrik Direalisasikan

BandungKita.id, BANDUNG – Badan Geologi bersama Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menggelar peringatan Hari Bumi International ke-49 di halaman Museum Geologi Jalan Diponegoro Kota Bandung, Sabtu (27/4 2019).

Dalam kesempatan tersebut menteri ESDM Ignasius Jonan, menyampaikan bahwa Hari Bumi bukan sekadar peringatan, lebih jauh dari itu perlu ada kerja-kerja dari pemerintah Republik Indonesia yang serius dalam proses menjaga kelestarian bumi.

Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menggambar mural pada Peringatan Hari Bumi di halaman Badan Geologi, Jalan Diponegoro Kota Bandung, Sabtu (27/4/2019). (Tito Rohmatullah/BandungKita.id)

“Bukan peringatannya yang penting yah, tapi kerja-kerjanya. Jadi bukan peringatannya tapi yang penting itu kerjanya kita. Setiap tahun perlu ada inisiatif yang sungguh-sungguh supaya masyarakat menjadi makin lama makin baik,” kata Jonan kepada awak media usai acara.

Tah hanya itu, secara tegas Jonan juga menyampaikan bahwa kementerian-kementerian lain yang berkaitan dengan pelestarian alam dan lingkungan juga perlu melaksanakan hal yang sama agar masyarakat bisa melihat kepedulian pemerintah terhadap pelestarian lingkungan.

BACA JUGA :

Hadiah Hari Bumi, LIPI Kembangkan Tiga Teknologi Ini Untuk Gantikan Ketergantungan Terhadap Energi Fosil

 

Si Canggih dan Keren Mitsubishi Engleberg Concept, Mobil Touring Penerus Outlander Sport?

 

Kolaborasi antara kementerian juga perlu dilakukan guna mendukung tercapainya target penggunaan energi terbarukan sebesar 25% pada 2025.

“Misalnya Kementerian Lingkungan Hidup juga harus peringati Hari Bumi. Lihat misalnya masalah atmosfer yang semakin rusak, selain itu juga terkait dengan memanfaatkan energi terbarukan. Maka Kementerian Industri juga perlu terlibat,” kata mantan Menteri Perhubungan itu.

Ignasius Jonan menyampaikan, Kementerian Perindustrian harus terlibat dalam proses pemanfaatan mobil listrik yang saat ini mulai gencar dilakukan. Agar tidak berhenti pada proses pengkajian, namun bisa bermanfaat bagi masyarakat luas.

“Kalau mobil listrik kan bagian dari green energy, tadi di depan juga ada. Kalau dilihat bodinya memang bagus, menarik. Saya menyarankan bisa kerjasama langsung dengan industri untuk bisa dibuat massal. Jadi tidak berhenti pada skala riset,” katanya.

 

Ilustrasi mobil listrik (foto:net)

 

Meski begitu Ignasius tidak menjawab tegas saat ditanya terkait upaya apa yang dilakukan Kementerian ESDM untuk mendorong kesiapan pihak industri dalam memproduksi teknologi dengan energi terbarukan.

“Nah kalau kesiapan industri, itu yang paling penting adalah Kementerian Industri, bukan di saya. Saya hanya menyediakan tenaga listriknya saja, nah ini makanya saya enggak tahu pertanyaannya ke siapa,” tandas Jonan. (Tito Rohmatulloh/BandungKita.id)

Editor : M Zezen Zainal M

Comment