by

Soal People Power, Pengamat Prediksi Jabar Jadi Penyumbang Massa Terbanyak

BandungKita.id, BANDUNG – Isu Pepople Power kian mengemuka jelang berakhirnya masa penghitungan real count KPU. Isu tersebut juga tengah menjadi perbincangan hangat dikalangan masyrakat, tak terkecuali Jawa Barat.

Pasalanya, sejumlah masyarakat Jawa Barat kerap ikut serta dalam peristiwa demonsatrasi besar, sehingga potensi keterlibatan masyarakat Jawa Barat dalam aksi-aksi massa tak bisa dianggap enteng.

Menanggapi hal itu pengamat dari Direktur Lingkar Kajian Komunikasi Politik (LKPP), Adiyana Slamet menilai kemungkinan tersebut sangat bisa terjadi terutama jika ditarik dari perjalanan sejarah Jawa Barat yang kental dengan khazanah peregerakan, bahkan disebut-sebut sebagai zona merah.

“Kalau kita bicara historis, dulunya Jawa Barat ini adalah basis DI TII, lalu kemudian muncul dari berbagai kalangan misalkan Komisi 1 pada 2015-2016 menyebut bahwa Jawa Barat adalah zona merah Wahid Institute juga merilis itu setara Institute juga,” ujar Adyana saat dihubungi BandungKita, Minggu (12/5/2019).

Baca juga:

Hasil Sanding Data, KPU KBB Klaim Tak Ada Penggelembungan Suara

 

Adyana menjelaskan, kaitanya dengan isu people power, Jawa Barat diprediksi bakal menyumbang masa paling banyak dibanding provinsi lainya. Hal itu juga terjadi saat aksi yang berlangsung di Jakarta pada 4 November 2016 dan 2 Desember 2016.

“Kalau kita belajar dari reuni 212 Jawa Barat ini adalah penyumbang massa terbesar maka kemungkinannya ya hampir sama (dengan rencana people power), Jawa Barat mungkin pengirim masa terbanyak ke Jakarta,” lanjut Adyana.

Dihkawatirkan timbul emosi yang diluar kendali, atau masyakat Jawa Barat terpancing melakukan tindakan yang merugian, Adhyana meminta agar kepala daerah bisa memberi imbauan bagi masyarakat sehingg hal yang tidak diinginkan bisa dihindari. Terutama di daerah dengan basis masa tertentu.

“Di Jawa Barat ada yang namanya Gubernur ada Pak Kapolda apa segala macem peran pemerintah daerah yang baik itu gubernur bupati Walikota untuk ikut serta juga bertanggung jawab pada warganya supaya tidak terprovokasi, Garut misalkan, Kabupaten Tasik, Ciamis, Cianjur lalu Kabupaten Bogor, Sukabumi Jawa Barat ini basis yang kemudian diidentikan dengan 212,” ujar Adhyana.***(Tito Rohmatulloh/BandungKita)

Editor : Restu Sauqi

Comment