by

Malam Takbiran Iduladha, Jalur Selatan Garut-Bandung Padat

BandungKita.id, GARUT – Menjelang Hari Raya Iduladha 1440 H, jalur selatan Garut tepatnya di kawasan Kadungora-Leles maupun dari Limbangan-Nagreg mengalami kepadatan arus lalu lintas, Sabtu (10/8/2019) malam.

Kasat Lantas Polres Garut AKP Rizky Adi Saputro, mengatakan sejak sore hari kendaraan dari arah Bandung menuju Garut, maupun wilayah priangan timur terbilang ramai lancar.

“Alhamduliah arus lalu lintas terpantau ramai lancar, di beberapa titik khususnya jalur Limbangan-Malangbong,” kata Rizky, Sabtu (10/8/2019).

Jalur selatan Garut-Bandung tepatnya di kawasan Kadungora-Leles dan Nagreg-Limbangan-Malangbong terpantau padat pada malam menjelang hari raya Iduladha 1440 H, Sabtu (10/8/2019). (M Nur el Badhi/BandungKita.id)

Kepadatan di beberapa titik di jalur selatan, kata dia, memang tidak bisa dihindari dikarenakan banyak masyarakat yang hendak berlebaran Iduladha di kampung halamannya.

Meksi begitu, kata Rizky, anggota Satlantas Polres Garut sudah ditempatkan di titik-titik rawan macet di sepanjang jalur selatan.

BACA JUGA :

5 Pantai di Garut Ini Wajib Dikunjungi Karena Pesona Eksotisnya

 

Culik dan Cabuli Gadis di Bawah Umur, Pemuda Garut Ditangkap Usai Dijebak Jajan Seblak

 

“Anggota sudah kami tempatkan di titik keramaian,” katanya.

Untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas, Polres Garut melakukan cara bertindah dengan memberlakukan one way (sistem satu arah) selama satu kali dari jalur Limbangan-Malangbong menuju Tasikmalaya.

“One way sudah kita lakukan satu kali, penarikan dari arah Bandung menuju Tasik, melalui jalur Limbangan,” katanya.
Untuk jalur Leles-Kadungora sendiri kata Rizky terpantau ramai lancar.

Sementara itu menurut salah satu pemotor, Hasby (25) yang hendak pulang ke Garut mengatakan bahwa sempat terjadi kepadatan di Jalan Kandungora karena adanya pasar malam.

“Ada pasar malam, jadi tambah macet,” ucapnya.

Kepadatan di jalur selatan Garut-Bandung maupun sebaliknya masih terjadi hingga Sabtu (10/8/2019) malam. (M Nur el Badhi)

Comment