Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas, Badan Geologi Berikan Peringatan

Peristiwa, Terbaru1007 Views

BandungKita.id, JAKARTA – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menginformasikan awan panas guguran erupsi Gunung Merapi terjadi pada Rabu 15 Agustus 2019, pukul 04.52 WIB. Jarak luncur awan panas tersebut mencapai hingga 950 meter ke arah hulu Sungai Gendol.

Awan panas guguran tercatat di seismogram dengan amplitudo maksimum 50 mm dan durasi ±95.80 detik. Gunung Merapi yang berada di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta ini ditetapkan status level II atau ‘Waspada’ sejak 21 Mei 2018.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo mengatakan, beberapa hari sebelumnya gunung dengan ketinggian 2.968 mdpl itu mengalami erupsi tidak menerus.

BACA JUGA:

BMKG Catat Ada Sejumlah Titik Panas di 4 Kabupaten Jawa Barat

 

“BPPTKG mencatat melalui rekaman seismograf pada 10 Agustus 2019 terjadi 10 kali gempa guguran, 1 kali gempa hembusan, 1 kali gempa low frequency, 1 kali gempa Hybrid/fase banyak dan 2 kali gempa Tektonik Jauh,” kata dia via pesan singkat.

Terkait dengan status aktivitas Gunung Merapi pada level II, ujar dia, Badan Gelologi merekomendasikan beberapa poin sebagai berikut:

1. Kegiatan pendakian Gunung Merapi untuk sementara tidak direkomendasikan kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.
2. Radius 3 km dari puncak agar dikosongkan dari aktivitas penduduk.
3. Masyarakat yang tinggal di Kawasan Rawan Bencana III mohon meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas Gunung Merapi.

BACA JUGA:

Pemkot Bandung Siapkan Zebra Cross di Beberapa Titik Jalan Sukajadi

 

Agus menuturkan, Kawasan Rawan Bencana (KRB) III merupakan kawasan yang sering terlanda awan panas, aliran lava, lontaran bom vulkanik. Pada kawasan ini, siapa pun tidak direkomendasikan untuk membuat hunian tetap dan memanfaatkan wilayah untuk kepentingan komersial.

“Otoritas setempat memiliki kewenangan untuk menindaklanjuti rekomendasi dari pihak Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi,” katanya.(R Wisnu Saputra/Bandungkita.id)

Editor: Dian Aisyah

Comment