Cegah Hama Ulat, Pemkab Garut Pastikan Petani Gunakan Pestisida Nabati

Garut, JabarKita, Terbaru1020 Views

BandungKita.id, GARUT – Produksi padi di Kampung Panauwan, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, mengalami penurunan. Pasalnya lahan sawah seluas 40 hektare itu biasanya menghasilkan 200 ton beras, namun kali ini produksi menurun hingga 30 persen.

Wakil Bupati Garut Helmi Budiman mengakui sejumlah petani mengeluhkan serangat hama ulat yang merusak tanaman padi pada usia menjelang panen. Serangan itu sebenarnya sudah dilaporan ke Dinas Pertanian Kabupaten Garut. Ia menyebut, dinas sudah melakukan langkah antisipasi dengan memberikan penyuluhan.

“Ini bisa diatasi dengan alami menggunakan bebek untuk mengusir ulat. Petani juga sudah melakukan itu,” kata dia.

Helmi menganjurkan petani menggunakan pestisida nabati untuk mengusir ulat. “Itu sudah disampaikan ke petani, tapi hal itu tak juga membantu menyelamatkan tanaman padi. Pasalnya, pestisida nabati disemprotkan ke padi yang masih berumur muda, bukan yang hendak dipanen,” tandasnya.

BACA JUGA:

Diserang Hama Ulat, Ratusan Hektare Sawah di Garut Terancam Gagal Panen

Sementara upaya ketiga, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut juga sudah menyiapkan pestisida kimia untuk kelompok tani. Namun, Dinas Pertanian tidak merekomendasikan penggunaan pestisida itu untuk padi yang sebentar lagi panen. Artinya, ada miss informasi dari dinas kepada petani.

“Kalau disemprot bisa masuk ke dalam padi dan itu berbahaya untuk dikonsumsi. Karena itu petani banyak yang mempercepat panennya,” kata dia.

Meski terdapat serangan hama ulat, Helmi menyebut, faktor penurunan produksi padi di Kampung Panauwan bukan hanya disebabkan oleh itu. Ia menilai, penyebab lain produksi padi berkurang dikarenakan banyak padi yang hapa (tidak berisi).

“Ada penurunan produksi sekitar 30-40 persen dari dua data di sini. Itu bukan hanya karena ulat. Itu juga karena hapa dan kemarau dan angin sangat kencang,” kata dia.

Kendati demikian, Helmi akan mengkoreksi tak sampainya informasi penyuluhan dengan benar kepada petani. Ia berencana akan melakulan revitalisasi ke kelompok tani agar setiap informasi yang diberikan dinas sampai ke seluruh petani.

BACA JUGA:

Kuasa Hukum Ungkap Penyebab Kematian Salah Satu Pemeran ‘Vina Garut’

Sementara itu, Kepala Seksi Serealia, Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Endang Junaedi mengatakan, salah satu penyebab penurunan produksi itu adalah serangan hama ulat grayak yang datang menjelang tanaman padi dipanen. Namun ia menegaskan, tak seluruh lahan mengalami puso atau gagal panen.

“Memang dampaknya produksi menurun. Tapi itu bukan semata-mata karena serangan ulat grayak, tapi juga karena hasil padi hapa (tidak ada isinya),” kata dia.

Endang menyebut adanya padi yang tidak berisi itu diakibatkan penyerbukan yang tidak sempurna. Pasalnya, selama musim kemarau banyak terjadi angin kencang dan suhu ekstrem, ditambah juga kekeringan.

Meski begitu, menurut dia, pihaknya telah melakukan sosialisasi dan penyuluhan kepada para petani untuk penanganan ulat. Salah satunya, agar petani menggunakan pestisida nabati untuk mengusir hama ulat.

BACA JUGA:

Salah Satu Pemeran Video ‘Vina Garut’ Meninggal Dunia

Endang mengatakan, penggunaan pestisida memang harus yang bersifat nabati, lantaran hama ulat menyerang padi yang hampir matang. Menurut dia, pestisida itu akan lebih efektif digunakan pada sore hari. Pasalnya, ulat menyerang pada malam hari.

“Dua pekan lelu ketua gapoktan di sini ke dinas melaporkan ada serangan ulat. Kita berikan pestisida nabati untuk penyemprotan, tapi itu bukan di tanaman padi mau dipanen. Sementara ulat menyerang tanaman padi mau panen. Jadi ada misinformasi,” kata dia. (M Nur el Badhi)

Editor: Dian Aisyah

Comment