oleh

Anak-Anak Pengguna Gadget Lebih dari 4 Jam Perhari, Kemenkes: Matanya Berpotensi Rusak

BandungKita.id, BANDUNG – Seorang anak yang menggunakan smartphone berlebihan memiliki potensi 40-60 persen mengidap gangguan pada mata. Angka tersebut merupakan hasil penelitian yang dilakukan sejumlah universitas di Indonesia.

“Kita belum punya bukti otentik, tapi hasil penelitian di beberapa provinsi oleh sejumlah universitas menyebut, jika seorang anak menggunakan Gadget lebih dari 1 jam perhari maka potensi gangguan matanya lebih tinggi,” kata Direktorat Jenderal pencegahan dan pengendalian penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Anung Sugihantono selepas kegiatan peringatan Hari penglihatan sedunia di Gedung Sate, Selasa (15/10/2019).

 

BACA JUGA :

Angka Stunting Indonesia Masih Lebih Besar Dibanding Standar WHO, Ini Kata Kemenkes

 

 

Anung memaparkan jika anak-anak kelas 1 SD sudah mulai menggunakan gadget lebih dari 3-4 jam sehari, dan itu berpotensi meningkatkan resiko gangguan mata 4 sampai 6 kali lipat, jika dibandingkan dengan anak yang menggunakannya di bawah 1 jam per hari dengan pencahayaan yang cukup dan istirahat yang cukup.

“Kita bukan hanya pengobatan tetapi juga mencegah, dari Kemenkes sudah mendorong teman-teman dokter mata seperti di Cicendo dan lainnya untuk keluar pada hari Minggu, membuka konter di CFD dan memberikan layanan kepada masyarakat,” Sambung Anung.

 

BACA JUGA :

Ini Besaran Kenaikan Iuran BPJS yang Berlaku Mulai Januari 2020

 

 

Pihaknya juga menyarankan agar pihak sekolah dan instansi pemerintahan melakukan pengecekan berkala (screening) mata untuk guru, siswa, dan pegawai dalam enam bukan sekali. Namun demikian, hal tersebut belumlah maksimal dilakukan.

“Memang untuk screening di Jawa Barat tahun 2016 ini kita sudah galakan lagi. Tapi di Jawa Barat sendiri sampai sekarang masih di bawah 60%, saran dari sekolah yang memberikan kesempatan screening untuk siswanya kepada saya adalah supaya ini dilakukan Dinas Pendidikan, atau Kementerian Agama yang punya sekolah pondok pesantren,” kata Anung. (Tito Rohmatulloh/BandungKita.id)

 

Editor : Azmy Yanuar Muttaqien

Komentar