oleh

Eksklusif: Sengketa Sekda Kota Bandung Tak Kunjung Rampung, Acil Bimbo: Jangan Kampungan!!!

BandungKita.id, BANDUNG – Sengketa sekda Kota Bandung nampaknya belum menemukan titik terang. Pasalnya, setelah majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung mengabulkan gugatan Benny Bachtiar, pihak tergugat yakni Wali Kota Bandung, Oded M Danial melayangkan upaya hukum banding ke pengadilan tinggi.

Mengenai hal tersebut, salah satu sesepuh Jawa Barat angkat bicara, ialah Tjetje Hidayat Padmadinata yang mengaku sangat menyayangngkan persoalan ini terjadi berlarut-larut. Tjetje menilai kisruh ini sangat berdampak buruk terhadap kondisi internal Pemkot Bandung.

 

BACA JUGA :

Layangkan Banding Soal Penetapan Sekda Kota Bandung, Pakar Hukum Administrasi Negara UI Sebut Langkah Oded Sesuai Aturan

 

 

“Terjadinya kisruh Sekda Pemkot Bandung sangat disesalkan, karena dampaknya itu sangat tidak baik pada tubuh birokrasi Pemkot Bandung, saya sebagai orang Bandung asli, baru sekarang ada cek-cok soal Sekda, saya banyak terlibat dengan Pemkot Bandung, mulai dari zamannya walikota Otje Djundjunan, tapi baru sekarang ada pesoalan seperti ini,” kata Tjetje saat dihubungi BandungKita.id, Rabu (23/10/2019).

Anggota MPR/DPR masa bakti 1999-2004 tersebut mengatakan, jika kadung sudah menempuh jalur hukum kedua belah pihak mesti menghormati apapun yang terjadi.

 

Tjetje Hidayat Padmadinata. (net).

 

“Ini kan sudah masuk ke ranah hukum, lanjutkan saja dan mudah-mudahan tidak terlampau lama. Saya kira tidak perlu ribut-ribut, saya tahu betul ini tidak menguntungkan pihak manapun,” kata Tjetje.

Tjetje cukup heran persoalan Sekda Kota Bandung bisa berlarut-larut. Meski begitu, Tjetje juga mewajarkan timbulnya kelompok-kelompok tertentu dalam tubuh pemerintahan selama itu tidak berpengaruh buruk pada pengambilan kebijakan.

“Dari dulu, dalam masalah intern Pemkot Bandung itu saya selalu dilibatkan, dan memang ada kelompok-kelompok tertentu tapi itu hal wajar, tapi baru sekarang ada persoalan sampai lama begini,” ujarnya.

 

BACA JUGA :

SK Penetapan Sekda Ema Sumarna Dicabut PTUN, DPRD : Pembahasan APBD Kota Bandung Bisa Terhambat

 

 

Sementara itu, komentar lebih tajam diutarakan sesepuh Jawa Barat lainnya yakni Acil Darmawan Hardjakusumah. Sesepuh sekaligus musisi tersebut menilai sengketa Sekda Kota Bandung membuat citra baik Kota Bandung terkikis. Mestinya, persoalan ini bisa di selesaikan secara pribadi.

“Menurut saya, kalau masalah ini bikin ribut, saya kira ini sikap kampungan, kenapa harus jadi masalah? Orang lain itu ribut masalah besar, eh kita ribut cuma masalah yang sepele begini. Ada apa sebenarnya? kalau memang sekda terpilih itu bermasalah, ya umumkan saja dengan alasan yang jelas,” kata pria yang akrab disapa Acil Bimbo tersebut.

Acil juga meminta agar kedua belah pihak menghentikan upaya saling membela diri. Mestinya, Kata Acil, kedua belah pihak saling mawas diri.

 

Budayawan Jawa Barat, Acil Darmawan Hardjakusumah atau Acil Bimbo. (net)

 

“Dari dulu imej Kota Bandung itu adalah kota intelektual, jadi dengan adanya masalah seperti ini jangan sampai bikin malu orang Sunda. apalagi kalo masalahnya jadi gede dan rame dengan hal-hal yang tidak jelas,” tegas Acil.

“Jaga kota ini sebagai kota intelek, selesaikan secepatnya, lebih cepat lebih bagus jangan jadi bau sarerea (semua orang),” sambungnya.

Tak hanya itu, Sesepuh Jawa Barat yang juga anggota DPR/MPR RI 2014–2019 Popong Otje Djundjunan berkomentar tegas, menurutnya persoalan ini bisa lebih bijkasana jika dilihat dari berbagai sudut padang.

“Mari kita berbaiksangka saja, semua persoalan itu bisa dilihat dari delapan penjuru mata angin, Ceu Popong tidak tahu apakah ada persoalan mikro atau makro yang melatar belakangi persoalan ini terus berkepanjangan,” ujar Ceu Popong saat dihubungi BandungKita.id.

 

BACA JUGA :

Soal Sengketa Sekda Kota Bandung, Pakar Hukum Tata Negara Angkat Bicara

 

 

Persoalan mikro yang dimaksud Ceu Popong adalah latar belakang ego pribadi maupun kelompok. Sedangkan persoalan makro adalah tekait persoalan yang lebh luas di lingkungan Pemkot Bandung. “Entah mikro atau makro yang melatar belakanginya (sengketa sekda) ini, Ceu Popong tidak tahu,” katanya.

 

Otje Djundjunan “Ceu Popong”. (Foto: DPR RI)

 

Namun yang pasti, Ceu Popong menegaskan warga masyarakat Kota Bandung butuh sosok pemimpin bijak serta dewasa dalam menghadapi persoalan.

“Kalau kita ingin melayani masyarakat, hal yang bertele-tele seperti ini harus dihindari, maka saya meminta, selaku warga Kota Bandung, agar pengambil kebijakan segera tuntaskan persoalan ini karena rakyat menunggu, termasuk saya. (Tito Rohmatulloh/BandungKita.id)

 

Editor : Azmy Yanuar Muttaqien

Komentar