by

Miris! Natuna Diobok-obok China, RI Justru Impor Ikan dari China

BandungKita.id, NASIONAL – Masalah pelanggaran wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia oleh kapal-kapal nelayan dan coast guard China di Kepulauan Natuna, Kepulauan Riau, menjadi perbincangan masyarakat Indonesia. Apalagi media-media nasional pun ramai memberitakan praktik pencurian ikan oleh kapal-kapal China dari perairan Natuna.

Sekedar informasi, perairan Natuna merupakan salah satu kawasan yang memiliki sumber perikanan sangat melimpah. Tak heran, kapal-kapal nelayan China “nyelonong” dan “mengobok-obok” perairan Natuna demi mendapatkan ikan melimpah.

Tak hanya kaya akan potensi perikanan, kawasan perairan Natuna juga menyimpan banyak kekayaan laut yang membuat kawasan perairan tersebut banyak dilirik oleh negara lain, salah satunya China. China jauh-jauh datang ke Natuna karena memang Natuna memiliki potensi ikan dan kekayaan lainnya yang besar.

Deputi I Kemenko Kemaritiman dan Investasi Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan perairan Natuna menyimpan potensi 1 juta ton ikan per tahun di wilayah pengelolaan perikanan Indonesia (WPP-RI) 711.

BACA JUGA :

TNI Siaga Tempur di Natuna, Luhut : Enggak Usah Dibesar-besarkan

“Di kawasan Natuna yang direbut, 500 ribu ton per tahun, ini hanya ikan,” kata Purbaya seperti dilansir dari CNBC Indonesia.

Yang membuat miris, ternyata nelayan-nelayan China yang mencari ikan di wilayah Indonesia justru menjadi pemasok utama ikan impor ke Indonesia.

Data Trade Map menunjukkan pada 2018 Indonesia mengimpor produk hasil laut termasuk ikan mencapai US$ 290,7 juta atau mengalami kenaikan 38% dari tahun sebelumnya yang terdiri dari ikan hidup, ikan segar, ikan beku, hingga pakan ikan dan lainnya.

Dalam rentang 2014-2018 porsi impor produk kelautan Indonesia asal China 25-33%. Khusus produk ikan beku asal China menyumbang 41% ke Indonesia, ikan beku yang paling umum diimpor adalah jenis makarel.(*)

Editor : M Zezen Zainal M

sumber : cnbc Indonesia

Comment