by

Cara Menjaga Air Mineral Kemasan Tetap Bersih dan Aman dari Kuman

BandungKita.id, HEALTH – Setiap harinya Anda membutuhkan asupan cairan terutama air mineral untuk menjaga tubuh tetap bekerja dengan optimal. Dengan berbagai kegiatan atau rutinitas sehari-hari, air minum kemasan menjadi salah satu solusi praktis untuk memenuhi kebutuhan cairan harian.

Namun, saat memilih sebuah produk air kemasan, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan. Selain itu, air minum kemasan juga perlu dipastikan kebersihan dan keamanannya. Apa saja dan bagaimana caranya? Berikut ulasannya.

Hal penting untuk diperhatikan sebelum minum air minum kemasan

Untuk memenuhi asupan cairan orang dewasa, rata-rata Anda minimal perlu minum dua liter per hari. Namun, jumlah ini dapat berubah karena disesuaikan kembali dengan aktivitas sehari-hari yang dilakukan. Contohnya, ketika Anda melakukan olahraga tertentu, kebutuhan cairan dalam tubuh akan meningkat.

Syarat utama dari air minum kemasan yang sudah layak dan aman untuk diminum dapat diketahui secara fisik, yaitu ditandai dengan:

  • Tidak berbau
  • Tidak berwarna
  • Tidak berasa

Pastikan pula produk tersebut terdaftar dalam Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sehingga keamanannya terjamin. Selalu teliti memeriksa tanggal kedaluwarsa yang tertera pada kemasan produk, dan pastikan produk berada di tempat penyimpanan yang sesuai anjuran masing-masing kemasan.

Selain itu, pastikan pula segel botolnya masih dalam keadaan rapat dan aman. Setiap produk minuman memiliki segel kemasan berbentuk ring atau cincin pengaman pada leher botol.

BACA JUGA :

Ini 8 Manfaat Luar Biasa Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur

Ini Dia 11 Manfaat Minum Air Putih Hangat Tiap Hari

Sehatkah Sahur Cuma Minum Air Putih dan Dijadikan Strategi Diet?

Biasakan Minum Air Putih! Ini 10 Manfaat Minum Air Putih Saat Perut Kosong

Cincin tersebut mengatup erat penutup minuman, sehingga tidak terbuka dengan mudah. Maka itu, Anda membutuhkan “sedikit usaha” saat membuka penutup botol air mineral atau produk minuman kemasan botol lainnya.

Fungsi segel cincin yang terdapat pada penutup botol minuman kemasan ini sebagai penanda bahwa minuman tersebut belum dibuka dan diminum orang lain. Selain itu, segel yang masih rapat juga mencegah minuman air kemasan terpapar bakteri, virus, atau zat berbahaya lainnya.

Sebagian besar air minum dalam kemasan sudah melewati berbagai proses, seperti perizinan dan sudah diatur dalam undang-undang yang berlaku untuk memastikan keamanan air minum bagi kesehatan.

Kualitas air minum dalam kemasan dipastikan melalui inspeksi sanitasi, pengambilan sampel air, pengujian kualitas air, dan analisis hasil pemeriksaan laboratorium selalu diawasi.

Air rebusan memang dapat membunuh bakteri, virus, protozoa, atau agen patogen lainnya. Namun tidak menghilangkan semua kontaminan setelah dimasak, beberapa jenis pestisida, hormone dan residu pupuk masih dapat tertinggal di air bahkan setelah dimasak.

Ilustrasi air putih (foto:net)

Selain itu, sumber air yang digunakan untuk minum juga harus memenuhi syarat, seperti jarak dengan jamban. Dengan kata lain, walaupun air terlihat bersih, belum tentu aman untuk dikonsumsi.

Oleh karena itu, air minum dalam kemasan merupakan pilihan yang aman untuk diminum.

Botol air minum yang telah digunakan dapat mengandung bakteri atau jamur yang tumbuh di lingkungan lembap. Bakteri atau jamur dapat menempel dari mulut, tangan, atau benda lain yang mungkin bersentuhan saat minum atau membuka botol.

Studi tahun 2005 meneliti perkembangan bakteri pada botol air di dua suhu berbeda, yaitu 4 dan 23 derajat Celsius selama 0, 24, dan 48 jam setelah botol dibuka. Hasilnya, dari yang awalnya bakteri kurang dari 1 koloni per milimeter naik menjadi 38.000 koloni/milimeter dalam 48 jam setelah diinkubasi pada suhu 37 derajat Celsius.

Air mineral memiliki banyak sekali manfaat, di antaranya membantu memaksimalkan performa tubuh sehingga tidak mudah lelah dan juga menjaga suhu tubuh. Air juga dapat menjaga mood agar tetap baik dan fungsi otak dapat berjalan dengan baik sehingga konsentrasi terjaga.

Kurang asupan air mineral juga dapat menimbulkan dehidrasi dan salah satu gejala yang sering muncul adalah sakit kepala. Air mineral juga dapat melancarkan pencernaan dan mencegah konstipasi.

Penelitian terhadap 255 wanita post menopause yang secara rutin minum air mineral tinggi kalsium memiliki massa tulang yang lebih padat dibanding yang minum air rendah kalsium. Lalu, penelitian terhadap 70 dewasa selama satu minggu dengan tekanan darah tinggi yang rutin minum air mineral 1L per hari mengalami penurunan tekanan darah.

Penelitian lain terhadap wanita post menopause yang rutin minum air mineral 0.51L per hari mengalami penurunan kadar LDL dan peningkatan HDL sehingga kesehatan jantung meningkat.

Penelitian pada 106 orang selama 6 minggu yang rutin minum air mineral 500 mL dengan tinggi magnesium dan sulfat mengalami peningkatan frekuensi BAB dan konsistensi feses menjadi lunak sehingga terhindar dari konstipasi.

Anda boleh minum air minum kemasan asalkan tetap memastikan keamanan dan kebersihannya. Selain praktis, air minum kemasan atau biasa juga disebut air mineral yang terjamin bahkan dapat memberikan manfaat kesehatan.(*)

Editor : M Zezen Zainal M

disadur dari : hellosehat.com

Comment