by

Simak! Niat Puasa Asyura 10 Muharram Beserta Keutamaannya Berdasarkan Hadits

BandungKita.id, KAJIAN ISLAM – Siapa saja yang menjalankan puasa Asyura maka akan mendapatkan pahala yang sangat besar dan sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Puasa Asyura dilaksanakan pada hari ke-10 di bulan Muharram.

Dalam ‘Buku Pintar Puasa Wajib dan Sunnah’ Nur Solikhin menceritakan sejarah puasa Asyura. Pada masa pra-Islam, kaum Quraisy rutin berpuasa pada hari Asyura. Nabi SAW pun melaksanakannya.

Maka baginda Rasul memerintahkan umat Islam untuk berpuasa Asyura. Namun, kewajiban puasa ini bergeser setelah turun perintah wajib puasa Ramadhan. Walhasil, statusnya pun berubah dari wajib menjadi sunnah.

BACA JUGA :

Harus Tahu! 7 Cara Agar Tubuh Tetap Fit Saat Berpuasa

4 Cara Mudah Mengatasi Lemas Saat Puasa

Bau Mulut Saat Puasa? Begini Cara Mengatasinya

Simak! Keutamaan Amalan di Bulan Muharram Menurut Al-Qur’an dan Hadits.

Sebagaimana disebut dalam sebuah hadits yang bersumber dari Aisyah r.a., beliau bersabda:

“Hari Asyura adalah waktunya puasa orang-orang Quraisy pada zaman jahiliyah. Dan Rasulullah pun melaksanakannya. Tatkala Nabi tiba di Madina, beliau tetap melakukan puasa Asyura dan memerintahkan sahabat untuk melakukan puasa itu juga. Ketika diwajibkan puasa Ramadhan, beliau meninggalkan puasa Asyura, dan beliau bersabda, “Barangsiapa yang hendak berpuasa, maka puasalah, dan barangsiapa yang hendak berbuka maka berbukalah.” (HR. Bukhari).

Pahala yang cukup besar dijanjikan bagi siapa saja yang melaksanakan puasa Asyura. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dari Abu Qatadah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Bagi orang yang berpuasa Asyura, Allah berjanji akan menghapuskan dosa-dosanya pada satu tahun yang lalu.” (HR. Muslim).

Berikut adalah niat dalam menjalankan puasa Asyura :

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ ِعَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnati ‘Asyura lillahi ta’ala.

Artinya:

Aku berniat puasa sunah Asyura karena Allah Lillahi ta’ala

Dosa yang telah kita perbuat bisa terhapus oleh puasa Asyura. Dengan berpuasa Asyura tentunya kita akan senantiasa mendekatkan diri pada Allah dan memohon kepada-Nya agar dosa kita setahun yang lalu diampuni.

Hal ini juga dilakukan Rasulullah SAW ketika berpuasa Asyura, “Aku memohon kepada Allah untuk menghapuskan dosa yang pernah aku perbuat pada satu tahun sebelumnya.” (HR. Muslim). (*)

Editor : Azmy Yanuar Muttaqien

Comment