by

Kenaikan Harga Daging Sapi, Ayam, Dan Telur Masih Dinilai Wajar? Ini Penjelasan Disdagin Kota Bandung

BandungKitaid, KOTA BANDUNG – Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Elly Wasliah mengatakan bahwa terjadi kenaikan pada harga daging sapi dan daging ayam jelang masuk bulan ramadan tahun ini.‎

Elly mengungkapkan, saat ini harga daging di pasaran Kota Bandung berkisar diantara 120 hingga 125 ribu perkilo gram. Harga tersebut, sedikit berada di atas harga eceran tertingggi (HET) yaitu 120.000 perkilogram. ‎

“Daging sapi ini mulai ada kenaikan yaitu, sekarang harga terendahnya yaitu 120 ribu dan tertingginya 125 ribu ada kenaikan tapi masih wajar, kenaikan lima ribu, karena batas harga tertinggi daging sapi itu 120 ribu,” kata Elly di Balai Kota Bandung, Selasa (6/4).

Selain itu, lanjut Elly, harga daging ayam juga mengalami kenaikan sebesar Rp 5000 di pasaran. Menurutnya, HET sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 7 Tahun 2019 adalah Rp 35.000 per kilogram.‎

Baca Juga:

Simak! Dekranasda Kota Bandung Bagikan Tips & Trik Memajukan Ekonomi Kreatif

Raup Omzet Miliaran, Pasar Kreatif Bandung Berhasil Genjot Geliat Ekonomi

Dorong Ekonomi di Tengah Pandemi, Disdagin Kota Bandung Gelar Pelatihan Digital Marketing

“Daging ayam juga sekarang agak bergerak naik yang terendahnya 35 ribu dan yang tertingginya adalah 40 ribu, HET untuk daging ayam di 35 ribu,” ujarnya.‎

“Jadi sekarang sudah ada kenaikan 5 ribu di atas HET,” imbuhnya.

Elly menuturkan, untuk harga telor di Kota Bandung juga mengalami kenaikan. Namun, lanjut Dia, kenaikan harga pada telur ayam masih dinilai tidak signifikan karena masih di bawah HET.‎

“Telur ayam juga ada kenaikan, tadinya harga terendahnya 21 ribu dan tertingginya 23 ribu, ini masih di bawah HET, karena HET telor itu di angka 24 ribu,” tuturnyan.

Elly menyatakan bahwa, kenaikan harga pada daging Sapi, daging Ayam, dan telur masih dinilai wajar. Menurutnya, hal tersebut kerap terjadi menjelang masuknya bulan ramadan karena meningkatnya permintaan konsumen.

“Bahwa namanya menjelang ramadan ini pasti deman lebih meningkat dibandingkan pasokan atau suplay, nah ini kebiasaan atau budaya di Kota Bandung pasti jelang ramadan ini permintaan meningkat,” katanya.‎‎

Meski begitu, Elly menjamin bahwa ketersediaan stok pangan di Kota Bandung masih dalam batas aman. Bahkan, ketersediaan tersebut diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat hingga dua bulan ke depan.‎

“Kami perlu tegaskan bahwa ketersedian stok pangan menjelang ramadan di Kota Bandung dalam keadaan aman tersedia, sampai selesai idul fitri juga mencukupi,” tandasnya.‎(*)

Editor: Dhomz Hermawan

Comment