by

Emil : 27 Kota/Kabupaten di Jabar Akan Berlakukan PPKM Darurat

BandungKita.id, Bandung – Sebanyak 27 kota/kabupaten di Jawa Barat akan memberlakukan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang dimulai sejak 3-20 Juli 2021. Hal ini diungkapkan langsung oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

“Ada 27 daerah di Jabar yang direkomendasikan ikut PPKM Darurat ini. Ada 12 daerah yang masuk zona merah atau level IV, level III ada 14 daerah dan satu daerah level I,” ujarnya pada konferensi video, Kamis 1 Juli 2021.

Emil sapaan akrabnya mengatakan, pada PPKM Darurat ada pengetatan aktivitas masyarakat. Berdasarkan aturan PPKM Darurat, untuk sektor non essensial akan diberlakukan 100 persen work from home (WFH). Sedangkan untuk, essensial hanya diperbolehkan maksimal 50 persen pekerja yang bekerja di kantor.

“Akan ada pengetatan yang luar biasa secara umum, mayoritas akan ditutup kecuali yang essensial dan fundamental atau kritikal,” katanya.

Dia juga menyebutkan kegiatan di pusat perbelanjaan atau mall, rumah ibadah, dan tempat wisata akan akan ditutup sementara waktu. Kemudian, kegiatan kepublikan semisal pernikahan akan dibatasi, perdagangan pangan hanya take away.

“Resto dan pedagang kaki lima boleh berjualan, tapi tidak ada yang duduk dan membuka masker serta menyantap hidangan dilokasi masing-masing,” ucapnya.

Sementara itu, untuk kegiatan pendidikan akan kembali dilakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring dari semua tingkatan. Hal ini dilakukan guna menghindarkan anak-anak terpapar Covid-19.

Baca Juga:

RSHS Mulai Vaksinasi Massal, Target 1.000 Orang Perhari

Resmi, Pemerintah Terapkan PPKM Darurat Jawa Bali

Bapenda KBB Ditutup Usai 13 Pegawainya Positif COVID-19, Hasanudin: Pelayanan Tetap Dilakukan Secara Online

Rencana Pemerintah Provinsi Jabar Sukseskan PPKM Darurat

Ada sejumlah langkah yang akan dilakukan oleh Pemprov Jabar guna menyukseskan PPKM Darurat, mulai dari rencana pengurangan keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR). Caranya dengan memperkuat ruang isolasi di desa-desa, sehingga tidak semua pasien Covid-19 tidak langsung diarahkan ke rumah sakit.

“Akan memindahkan yang akan sembuh di rumah sakit ke pusat pemulihan seperti hotel, aparteman, dan juga gedung kedinasan. Sehingga insyaallah bisa mengurangi BOR, sampai terus ditingkatkan persentasenya yang sekarang 40 persen sampai 60 persen atau 54 ribu,” katanya.

Tak hanya itu, sambung Emil pihaknya juga akan merekrut satu orang di setiap RT di Jabar untuk melacak atau tim tracer. Pasalnya, jangan sampai warga yang terpapar Covid-19 bisa segera mendapatkan penanganan dan juga menekan angka penyebaran.

“Kami tidak mau ‘menjaga gawang’ serbuan Covid-19, tapi kita harus proaktif mencari mereka-mereka yang sakit. Testing juga akan ditingkatkan sesuai dengan arahan pusat, apalagi tingkat rasio positify ratenya tinggi sehingga target 100 ribu tes akan kita coba dengan perhitungan rasional,” pungkasnya. (Faqih Rohman Syafei/BandungKita.id) ***

Editor: Agus SN

Comment