by

Sempat Disegel Timbulkan Kerumunan, McD Cibiru Jadi Waralaba Terbaik Versi Disbudpar Kota Bandung.

BandungKita.id, Bandung – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung memberikan penghargaan kepada sejumlah pelaku usaha pada malam Anugerah Pesona Pariwisata Tahun 2021 di Grand Ballroom Pullman Hotel, Selasa (23/11/2021).

Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung atas dedikasi para pelaku usaha mempertahanan roda kepariwisataan di Kota Bandung.

Mcdonals (McD) Cibiru termasuk jenis usaha waralaba terbaik yang mendapatkan Penghargaan Anugerah Pesona Pariwisata 2021. Padahal, tempat makan siap saji tersebut sempat disegel oleh Satpol PP Kota Bandung pada Rabu (9/6/2021).

Penyegelan itu dilakukan akibat keramaian yang ditimbulkan saat promosi produk baru, yakni kolaborasi antara McD dan boyband Korea, BTS, yakni BTS Meal sehingga dianggap melanggar protokol kesehatan di masa pandemi covid-19.

Baca Juga

Pilkades Serentak, Satpol PP KBB Siagakan Personel di TPS

Satpol PP KBB Mulai Tertibkan Atribut Kampanye Pilkades Serentak

Selain itu, terdapat beberapa penghargaan yang diberikan kepada beberapa sektor pariwisata yant diberikan oleh Disbudpar Kota Bandung yakni:

Hotel Bintang 5 terbaik – Sheraton

  1. Hotel Bintang 4 terbaik – Mercure City Center
  2. Hotel Bintang 3 terbaik – De Braga Artotel
  3. Hotel Bintang 2 terbaik – Malaka
  4. Hotel Bintang 1 terbaik – Vio Surapati
  5. Hotel non bintang terbaik – Lebak Gunung Permai.
  6. Restoran terbaik – Sushi Tei Flamboyan
  7. Rumah Makan terbaik – Raja Sunda Pasteur
  8. Waralaba Makanan terbaik – Mcdonals Cibiru.

Kemudian penghargaan khusus untuk kategori destinasi wisata tematik terbaik diraih oleh Karang Setra, dan destinasi wisata belanja terbaik diraih oleh Paris Van Java.

Pada malam Anugerah tahun ini, penghargaan secara langsung diserahkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna.

Menurut Ema, sudah sepantasnya Pemkot Bandung memberikan penghargaan tertinggi berupa anugerah pesona pariwisata. Sebab sektor pariwisata menjadi penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar.

“Kita melihat struktur ekonomi di Kota Bandung dari dunia pariwisata memiliki posisi yang sangat luar biasa,” ungkapnya.

“Kalau dari sektor hotel normal, potensi (PAD) di angka Rp325 miliar, dan restoran cukup besar sekitar Rp350-375 miliar. Namun karena pandemi semuanya hampir lumpuh,” imbuh Ema.

Meski begitu, demi menjaga roda perekonomian di sektor pariwisata Pemkot Bandung terus berupaya salah satunya dengan memberikan relaksasi secara bertahap sesuai anjuran pemerintah pusat.

Kendati demikian, Ema meminta para pelaku usaha sektor pariwisata terus berinovasi dan harus mampu menyesuaikan dengan kondisi saat ini.

“Jadi dunia pariwisata itu harus kita dukung dan jaga. Itu suatu keniscayaan. Apalagi Kota Bandung tidak memiliki sumberdaya alam,” tuturnya.

“Jadi pariwisata Kota Bandung harus dipenuhi inovasi dan kreativitas. Sekarang harus menyesuaikan dengan situasi pandemi yang masih melanda,” tambahnya.

Di samping itu, Ema kembali mengingatkan meski saat ini angka kasus covid-19 di Kota Bandung sudah mulai mereda, tetapi masyarakat diminta terus hati-hati dan tidak boleh euphoria.

“Mari bahu membahu untuk mengendalikan Covid-19 supaya kehidupan apapun bisa kembali normal,” imbaunya.

Sementara itu, Kepala Disbudpar Kota Bandung, Kenny Dewi Kaniasari mengungkapkan, penilaian peraih anugerah berdasarkan Sapta Pesona.

“Kita melihat satu kegiatan yang bisa mencitrakan keamanan, ketertiban, keindahan dan kenangannya, selain itu untuk tahun ini ada penambahan penilaian yaitu CHSE atau Clean, Health, Safety dan Environment,” ungkapnya.

Pada tahun ini terdapat 27 nominator terpilih yang dinilai oleh tim juri yang melibatkan Bapenda, DPMPTSP, Dinkes, STP Bandung, Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia (PHRI) Jabar, Riung Priangan dan Asosiasi Cafe dan Restoran (Akar).

“Dan ada satu penghargaan khusus untuk pusat perbelanjaan dan destinasi wisata. Proses pelaksanaan penjurian dilakukan selama 6 hari,” kata Kenny. (Faqih Rohman Syafei)

Comment