by

Cianjur Tanpa Kasus Covid-19

BandungKita.id, CIANJUR – Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, memastikan tidak ada temuan kasua aktif Covif-19 hingga kini. Bahkan Cianjur sejak dua pekan terakhir tidak ada temuan ataupun pasien Covid-19 yang dirawat di eumah sakit rujukan.

Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Cianjur, Frida Laila Yahya, selama ini Pemkab Cianjur menyediakan ratusan tempat tidur untuk penanganan pasien positif covid-19 di RSUD Cianjur, RSUD Cimacan, RSUD Pagelaran dan RSDH Cianjur.

“Sampai saat ini status rumah sakit rujukan dan pusat isolasi masih berlaku, meski sudah dua pekan terakhir tidak ada lagi pasien yang dirawat karena terpapar covid-19. Kita berharap terus menurun dan kehidupan kembali normal,” kata Frida.

Frida menjelaskan sepanjang pandemi tercatat 15.486 kasus pasien menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit dan pusat isolasi yang tersedia, 227 orang meninggal dunia. Sepanjang pandemi berbagai upaya dilakukan pemerintah daerah untuk menekan angka tersebut termasuk setelah kasus menurun.

“Untuk tiga rumah sakit milik pemerintah sebagai rujukan seperti RSUD Cianjur tersedia 335 tempat tidur, RSUD Cimacan tersedia 62 tempat tidur, RSUD Pangelaran tersedia 61 tempat tidur dan RSDH tersedia 110 tempat tidur, saat ini sudah kosong dari pasien, semoga terus seperti ini,” jelasnya.

Antisipasi terus dilakukan dengan cara pemeriksaan cepat secara acak untuk penanganan di sejumlah wilayah yang rawan ketika kembali ditemukan kasus, termasuk menuntaskan pemberian vaksin lengkap booster untuk warga terpusat di Taman Alun-alun Cianjur setiap Selasa, Rabu dan Kamis.

“Untuk pencegahan dan penguatan imun bagi warga, vaksinasi masih dapat dilayani di pusat vaksinasi dan puskesmas yang ada di seluruh Cianjur. Pemeriksaan secara acak juga dilakukan rutin di sejumlah wilayah terhadap warga yang melakukan perjalanan luar kota dan ke dalam kota,” ungkapnya.

Untuk pengawasan dan penanganan cepat, pihaknya melibatkan tenaga kesehatan di seluruh Cianjur, untuk memberikan pelayanan vaksinasi dan pemeriksaan cepat secara acak setiap pekan, sehingga ketika ditemukan kasus dapat ditangani langsung, demikian Frida Laila Yahya.

Comment