Ini Waktu yang Tepat Berolahraga di Bulan Ramadan

#RamadanKita27958 Views

Bandungkita.id, RAMADAN – Bulan Ramadan bukan menjadi alasan untuk kita bermalas-malasan atau hanya mengisi waktu dengan rebahan. Meski sedang berpuasa, menjaga kesehatan fisik dengan olahraga pun perlu dilakukan.

Pelatih Sparko Artha Park, Voni Fitria menjelaskan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan jika ingin mengisi waktu dengan berolahraga di Ramadan.

“Olahraga sebenarnya membutuhkan nutrisi untuk menjadi energi kita. Sehingga tubuh kita harus terpenuhi oleh nutrisi yang baik,” ujar Voni.

Baca Juga:

Bau Mulut Saat Berpuasa? Ini Penyebab dan Cara Atasinya

Yuk Ketahui Hukumnya Puasa Tanpa Sahur

Yuk Intip, Tempat Ngabuburit Asyik di Bandung

Salah satunya dengan mengonsumsi “light meal” saat berbuka puasa. Pilihlah minuman dan makanan yang mengandung gula, tapi jangan sampai berlebihan.

“Untuk dijadikan sebagai starter saja, recovery post workout. Beres salat tarawih baru kita mengonsumsi makanan yang berat,” jelasnya.

Ia menambahkan, saat makan sahur usahakan empat sehat lima sempurna agar bisa menunjang kegiatan olahraga. Untuk waktunya sendiri, lebih baik dilakukan saat sore hari menjelang waktu berbuka.

“Saat bulan puasa, sebenarnya kita juga bisa olahraga di pagi hari. Hanya lebih baik memang di sore hari menjelang waktu berbuka. Olahraganya bisa dari pukul 16.00-18.00 WIB sambil kita menunggu buka puasa,” ungkapnya.

Menurutnya, olahraga itu baiknya 1-2 jam. Cuma intensitasnya yang perlu dikurangi dari hari biasa. Misalnya, dalam satu set biasanya terdiri dari empat gerakan. Satu setnya 30 detik, kita kurangi jadi 15 detik.

“Atau biasanya kita lakukan cepat, intensitasnya dikurangi jadi lambat.
Sebetulnya olahraga saat bulan puasa itu lebih untuk menjaga metabolisme tubuh biar tidak terlalu kendor saat sudah tidak puasa,” paparnya.

Sebenarnya, lanjut Voni, bisa saja olahraga dilakukannya pagi hari saat Ramadan. Namun, ini tergantung dari imun masing-masing orang. Sebab ketika olahraga biasanya tubuh akan mudah dehidrasi.

“Olahraga di pagi hari itu kurang efektif karena bisa mengakibatkan dehidrasi. Sedangkan kalau kita berolahraga hidrasinya harus cukup,” katanya.

Video Pilihan:

Oleh karena itulah, ia menyarankan lebih baik olahraga di sore hari karena setelah selesai berolahraga, kita bisa langsung berbuka puasa dan cukup minum.

Untuk masyarakat umum, Voni menyarakan untuk berolahraga ringan seperti kalistenik. Kalistenik merupakan olahraga yang menggunakan beban berat tubuh sendiri, seperti push up, sit up, tapi lebih banyak variasinya.

“Sekarang lagi tren juga olahraga lari. Tapi disesuaikan intensitasnya. Jangan sampai ketika kita olahraga saat puasa, intensitasnya malah tinggi. Nanti jadi bahaya, bisa heat exhaustion,” tuturnya.

Dampaknya bisa menjadi dehidrasi. Dehidrasi pun ada tingkatannya, dari yang ringan, sedang sampai ke tingkat berat.

“Lalu, bisa juga pusing, mual, bahkan sampai muntah. Nanti malah batal puasanya,” ungkapnya.

Jika seseorang baru memulai olahraga di bulan Ramadan bisa dilakukan seminggu sekali. Kemudian setelah terbiasa, bisa dinaikkan jadi seminggu dua kali atau tiga kali. Sampai bisa menjadikan kegiatan olahraga itu sebagai life style.

“Kalau mau cari sehat, minimal sempatkan seminggu 2-3 kali. Tapi, kalau mau cari progres minimal lima kali dalam seminggu. Intinya kunci olahraga itu di konsisten,” imbuhnya.

Comment