Piala Presiden Esports 2023 Bukti Perkembangan Pesat Ekraf di Era Digital

Advertorial119239 Views

BandungKita.id, Kominfo – Piala Presiden Esports 2023 telah menjadi barometer dari kemajuan Esports di Indonesia.  Penyelenggaraan event ini juga terbukti mampu menggerakkan begitu banyak potensi terutama dalam membuka peluang usaha dan lapangan kerja dan prestasi Esports tanah air. 

“Piala Presiden esports indonesia 2023 bukti nyata dari perkembangan pesat industri ekonomi kreatif di era digital. Potensi Esports di Indonesia dan juga komunitasnya semakin besar,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno dalam Pembukaan “Main Event Piala Presiden Esports 2023” di Tennis Indoor Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (21/10/2023).

Menparekraf Sandiaga berharap Piala Presiden Esports 2023 tidak hanya menghadirkan juara-juara baru tapi juga menumbuhkan gim-gim lokal. 

Baca Juga:

Dorong Santri Jadi Wirausaha Digital, Wamen Nezar Patria: Kominfo Siap Fasilitasi

KBB Ditengah Pusaran Sanksi BKN, Hutang dan Permainan Konflik Anggaran Elitnya, Arsan Bisa Apa?

Intip Antusias Warga Cianjur, Nonton Bareng Wayang Bareng Ganjar

Pada 2022 transaksi gim di seluruh dunia mencapai Rp3.500 triliun, sementara di Indonesia sendiri jumlahnya mencapai Rp30 triliun. Namun dari jumlah tersebut, mayoritas gim yang dimainkan oleh lebih dari 175 juta pemain gim daring/online di Indonesia merupakan gim dari pengembang asing.

Oleh karena itu, Pemerintah akan menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang percepatan industri gim tanah air yang saat ini sedang dilakukan. Perpres ini akan menjadi payung hukum atau dasar hukum yang kuat dalam membangun ekosistem gim di Indonesia yang lebih inklusif, relevan, dan lebih berpihak kepada gim lokal dan berkelanjutan.

“Kita ingin menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Masih sedikit jumlah gim lokal yang dimainkan oleh 175 juta player di Indonesia. Ini yang jadi tantangan kita, tapi saya yakin dengan kerja sama yang erat kita akan mampu menciptakan gim-gim lokal yang mendunia,” kata Menparekraf.

Ketua Panitia Penyelenggara Piala Presiden Esports 2023, Rangga Danu Prasetyo, mengatakan jika Piala Presiden Esports 2023 mencetak sejarah baru. Salah satunya adalah kompetisi Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) Women yang dipertandingkan untuk pertama kalinya dalam sejarah turnamen ini. Selain itu, di gelaran edisi kelima ini juga menjadi kali pertama jumlah gim lokal lebih banyak ketimbang gim mancanegara.

Video Pilihan:

NGINEP DI DESA TERPENCIL DI TASIKMALAYA.. WARGANYA RAMAH POL! 👍🏻

“Piala Presiden Esports juga menjadi salah satu bentuk dukungan kami untuk terus mempertandingkan gim lokal, yang pada tahun ini ada Lokapala dan Battle of Guardians. Tahun ini juga menjadi pertama kalinya dalam sejarah, jumlah gim lokal yang dipertandingkan lebih banyak dari gim internasional. Selain itu kami juga sudah menyiapkan beberapa booth untuk gim lokal yang bisa dicoba oleh pengunjung, untuk terus memamerkan gim karya developer lokal ke penggemar esports di Indonesia,” jelas Rangga Danu Prasetyo.

Di hari pertama main event Piala Presiden Esports 2023 terdapat tiga cabang gim yang dipertandingkan. Pertama adalah dua pertandingan babak semifinal Battle of Guardians. Pemenang dari kedua laga semifinal tersebut akan saling berhadapan di partai final yang berlangsung di hari kedua.

Sementara itu Bigetron Era dan RRQ Mika akan bertarung di babak final untuk MLBB Women. Keduanya akan mencatat sejarah sebagai tim pertama yang mengangkat trofi Piala Presiden Esports, untuk kategori MLBB Women.

Partai puncak hari pertama menghadirkan dua pertandingan semifinal Mobile Legends: Bang Bang. AURA Fire akan bertemu dengan Pendekar Esports, dan pertandingan semifinal kedua mempertemukan EVOS Legends melawan Rebellion Zion. 

Tim yang berhasil menjadi pemenang di laga tersebut akan saling bertemu di hari kedua, untuk memperebutkan gelar juara Piala Presiden Esports 2023 kategori Mobile Legends: Bang Bang.

Turut hadir mendampingi Menparekraf Sandiaga, Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif, Kemenparekraf/Baparekraf, Neil El Himam.(*)

Comment