Komisi I dan IV DPRD KBB Sidak Pasirlangu, Soroti Bantuan dan Usulan Panja Penanganan Bencana

BandungKita.id, Cisarua – Pasca dihentikannya masa evakuasi pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, DPRD Kabupaten Bandung Barat melalui Komisi I dan IV melakukan kunjungan lapangan untuk meninjau kondisi warga terdampak Senin 9/02/26.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB), Sandi Supyandi, menyampaikan bahwa program sumur bor yang ditugaskan oleh Tim penanganan bencana longsor kepada kepala desa pasirlangu sudah mulai berjalan. Dari sepuluh titik yang direncanakan, beberapa di antaranya telah berhasil mengeluarkan air dan dapat dimanfaatkan masyarakat.

Selain itu, DPRD melalui komisi I langsung menggelar rapat bersama BKPSDM untuk membahas proses pengisian jabatan yang menjadi sorotan sejumlah aktivis. Menurut Sandi, proses tersebut masih berjalan dan diharapkan sebelum bulan Ramadan sudah ada pengumuman serta persetujuan dari pemerintah pusat.

Dalam kesempatan yang sama, Sandi menegaskan bahwa upaya pemulihan pasca bencana longsor di Pasir Langu juga menjadi perhatian. Ia menyebut, secara resmi hal itu merupakan ranah Komisi IV DPRD KBB. Namun, dirinya mendorong agar dibentuk Panitia Kerja (Panja) Pemulihan/Rekonstruksi Hunian Korban Longsor Pasir Langu untuk mempercepat penanganan.

“Hal itu secara resmi dilakukan oleh Komisi IV. Saya hanya secara nonformal, tidak kelembagaan. Makanya saya mendorong untuk dibikinkan panja,” ujar Sandi.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD KBB, Nur Djulaeha, menegaskan bahwa kemungkinan pembentukan panja akan lahir setelah rapat gabungan Komisi I dan IV memanggil tim Penanganan Bencana KBB. “Di dalam proses dengar pendapat nanti akan terlihat urgensinya, termasuk mendengarkan komunitas relawan yang pernah turun di beberapa lokasi bencana”. Ungkapnya

ARTIKEL PILIHAN

Perempuan yang aktiv dalam mengadvokasi penanganan kesehatan warga lintas dapil itu menambahkan, forum tersebut penting untuk mengevaluasi apakah penanganan bencana di KBB sudah dijalankan dengan pemahaman yang jelas, sesuai SOP, aturan, dan tindakan sebagai tuan rumah yang menyiapkan segala kebutuhan ketanggapdaruratan ketika menerima tamu kemanusiaan.

“Ia kita nanti akan melihat, apakah penanganan bencana di KBB sudah dijalankan dengan pemahaman yang jelas, sesuai SOP, aturan, dan tindakan sebagai tuan rumah yang menyiapkan segala kebutuhan ketanggapdaruratan ketika menerima tamu kemanusiaan,” pungkasnya.

VIDEO PILIHAN

Kunjungan gabungan komisi I dan IV sekaligus menegaskan bahwa penanganan bencana tidak berhenti pada evakuasi korban, melainkan harus berlanjut pada pemulihan kehidupan sosial, ekonomi, dan lingkungan warga terdampak, dengan melibatkan pemerintah, DPRD, dan komunitas relawan secara sinergis. (Dhomz/Bandungkita.id)

Comment