Lagi, Kasus Pemalakan di Gunung Guntur Kembali Terjadi

Garut, GarutKita1259 Views

Bandungkita.id, GARUT – Kasus pemalakan di kaki Gunung Guntur, Kabupaten Garut kembali terjadi, kali ini dialami oleh salah satu pendaki asal Kecamatan Malangbong, bernama Dhian Permana.

Dhian yang hendak pulang menggunakan mobil miliknya, tiba-tiba dihampiri oleh tiga orang pemuda yang diduga sedang dalam keadaan mabuk. Tiga pemuda itu meminta uang Rp.50 ribu sebagai pembayaran parkir mobil.

“Kejadiannya di wilayah (pos pendakian) Citiis. Saat itu saya tengah bersama teman-teman saya baru turun melakukan pendakian dari puncak Gunung Guntur menggunakan mobil. Tiba-tiba dihentikan tiga orang yang mabuk dan meminta uang Rp 50ribu per mobil. Ketiganya terlihat dalam kondisi mabuk,” kata Dhian, Rabu (24/4/2019).

Saat dipalak, Dhian mengaku hanya memiliki uang Rp 34ribu saja, sehingga langsung diberikan semuanya kepada sang pemalak karena takut.

Ia mengaku menyesalkan aksi tersebut masih terjadi di Gunung Guntur. Padahal tempat itu merupakan salah satu tempat tujuan pendaki dari sejumlah wilayah di Indonesia.

“Tentunya saya berharap jangan sampai ada lagi kejadian seperti ini, karena yang terjadi akan merusak nama Garutnya,” katanya.

Baca juga:

Antisipasi Putus Sekolah, Pemda Garut Buat ‘Kartu Cerdas’

 

Komandan Koramil Tarogong, Kapten Infanteri Jaja mengaku sudah menerima informasi adanya pemalakan tersebut. Namun meski demikian informasi tersebut diterima pihaknya setelah beberapa hari terjadinya kejadian.

“Sebetulnya kalau misalkan begitu kejadian melapor ke base camp, biasanya akan ditembuskan ke kita asalkan datanya jelas. Kita akan langsung menyisir dan tentu mengamankan dan menyerahkan pelaku kepada pihak kepolisian,” ucapnya.

Selama ini, kata Jaja, pendaki hanya banyak menceritakan kejadian yang telah dialami mereka. Namun cerita tersebut tidak utuh, apakah penjelasan soal lokasi, atau ciri-ciri orang yang memalaknya.

“Jadi ya kita sulit. Tapi dengan adanya kejadian ini menjadi catatan kita juga. Tadi sudah koordinasi juga dengan Kapolsek Tarogong Kaler,” katanya.

Baca juga:

Bupati Garut Pastikan Tak Ada Soal yang Nyeleneh di UNBK dan USBN

 

Sementara itu, Kapolsek Tarogong Kaler, Iptu Tito Bintoro juga mengaku sudah mengetahui informasi tersebut dari media sosial. Menyikapi hal tersebut pihaknya langsung menerjunkan tim dari unit reserse untuk melakukan penyelidikan.

“Secara khusus belum ada yang melakukan pelaporan resmi ke kita. Tapi tadi saya sudah perintahkan unit reserse untuk menyelidiki. Apakah yang melakukan pemalakan ini orang sekitar atau bagaimana masih pendalaman,” jelasnya.

Kasus pemalakan di Gunung Guntur itu merupakan kejadian kedua, sebelumnya pada Agustus 2017, seorang pria bersenjata golok di jalur pendakian Gunung Guntur, Citiis, Tarogong Kaler juga melakukan aksi serupa kepada pendaki. Namun saat itu, Polisi telah berhasil menangkap pelakunya.(M Nur el Badhi)

Editor: Restu Sauqi

Comment