oleh

Antisipasi Putus Sekolah, Pemda Garut Buat ‘Kartu Cerdas’

BandungKita.id, GARUT – Tidak hanya menggenjot nilai hasil ujan nasional, sejumlah pihak mulai dari sekolah, orang tua dan para siswa diharapkan bisa menguatkan minat untuk melanjutkan studi ke yang jenjang lebih tinggi.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Totong, usai meninjau pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMPN 1 Garut.

“Semua pihak terutama orang tua wajib mendorong anaknya untuk melanjutkan sekolah, baik dari jenjang SD ke SMP, SMP ke SMA begitu juga diharapkan sampai ke perguruan tinggi,” kata Totong, Selasa (23/4/2019).

Menurutnya, pemerintah telah memberi bantuan yang cukup besar, khususnya dalam menunjang sektor pendidikan gratis.

BACA JUGA:

Bawaslu Garut Panggil Saksi dan Caleg Terduga Lakukan Money Politik

 

Cegah Petugas KPPS Kelelahan, Tim Kesehatan Disiagakan di Tempat Pleno Penghitungan Suara Kecamatan

 

“Angka putus sekolah kita di bawah satu persen ya, meski terbilang sedikit namun tetap saja semua anak harus mengenyam bangku sekolah. Meski pemerintah mencanangkan wajib belajar 9 tahun, namun kita harapkan itu lebih, anak-anak Garut jangan sampai putus sekolah,” katanya.

Totong menjelaskan, rata-rata indeks pendidikan Kabupaten Garut berada di angka 7,5 atau setara SMP. Oleh karena itu, pihaknya berharap seluruh pihak diharapkan untuk mendongkrak rata-rata pendidikan di Kabupaten Garut menjadi rata-rata 9,1.

“Ya termasuk melalui program pendidikan kesetaraan (paket A, B, C),” katanya.

Kedepan, Pemerintah Kabupaten Garut berencana membuat Kartu Garut Cerdas untuk membantu anak-anak yang kurang mampu.

Konsep dari Kartu tersebut kata Totong tidak jauh seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang diluncurkan pemerintah pusat. Namun, kartu Garut cerdas ini diproyeksikan untuk mengcover siswa yang kurang mampu namun tidak tercover KIP. (M Nur el Badhi.id)

Editor: Dian Aisyah

Komentar