Editorial Bandungkita.id
“Di Balik Kemasan Beku, Ada Jejak yang Tak Membeku”
Oleh Dhomz Hermawan
Ketika publik mulai memahami skema distribusi pangan PT BDS sebagai sekadar urusan vendor dan pasokan, dua nama baru muncul dan mengubah lanskap narasi: Kastam, pemilik Cahaya Frozen, dan Ko Alim, sosok yang direkomendasikan langsung oleh Direktur Utama PT BDS sebagai penyelamat stok ayam. Tapi apakah mereka benar-benar solusi, atau justru bagian dari masalah yang lebih dalam?
Kastam bukan sekadar nama. Ia hadir dalam video promosi bersama musisi nasional, memperkenalkan produk makanan beku yang diduga berasal dari skema vendor BDS. Di balik kemasan yang tampak rapi dan narasi yang menggoda, publik patut bertanya: apakah produk tersebut telah melalui proses legalisasi? Apakah ada transparansi dalam rantai pasoknya? Atau justru ini adalah bentuk baru dari pengalihan tanggung jawab?
Sementara itu, Ko Alim muncul sebagai penyedia alternatif ketika pasokan ayam dari vendor lama mulai seret. Rekomendasi langsung dari Yanuar, sang dirut, menimbulkan pertanyaan: apakah ini keputusan bisnis yang rasional, atau ada relasi personal yang belum terungkap? Apakah vendor lama tersingkir karena kalah bersaing, atau karena sistem memang tidak memberi ruang bagi keadilan?
Editorial ini tidak bermaksud menghakimi, tapi mengajak publik untuk jeli membaca pola. Ketika solusi datang terlalu cepat, kita perlu bertanya: siapa yang diuntungkan? Ketika promosi dilakukan tanpa transparansi, kita perlu curiga: siapa yang sedang membangun citra?

PT BDS bukan hanya soal ayam dan kemasan beku. Ia adalah cermin dari bagaimana institusi bisa membentuk narasi, memilih mitra, dan mengatur persepsi publik. Dan tugas kita, sebagai media dan warga, adalah memastikan bahwa narasi itu tidak dibekukan dalam kemasan yang menipu.
Simak Liputan Khusus Bagian ke 7 soal Skandal PT BDS, BUMD Kab.Bandung yang dalam anekdot dan gaya kritis vendor dibiarkan sebagai Badan Usaha Milik Dadang yang telah merugikan Kresiditurnya hingga Ratusan milyar
Terlapor (Direksi PT BDS) Mulai Dipanggil!
Pagi ini, sebuah konfirmasi singkat dari Direktur Umum Polda Jabar, Surawan, membuka babak baru dalam penanganan kasus dugaan penipuan oleh PT BDS, entitas BUMD milik Kabupaten Bandung.
Dalam komunikasi langsung dengan tim BandungKita.id, Surawan membenarkan bahwa hari ini dijadwalkan pemanggilan saksi yang juga disebut sebagai “terlapor” dalam perkara tersebut.
Meski belum ada keterangan rinci soal waktu dan substansi pemeriksaan, satu hal menjadi terang: proses hukum mulai bergerak. Dan dalam kasus yang telah menyeret banyak pihak dari vendor ayam hingga figur promosi makanan beku pemanggilan ini bukan sekadar prosedur. Ia adalah sinyal bahwa institusi penegak hukum mulai membuka ruang klarifikasi.
Namun, publik tak cukup hanya dengan “ya” dan “habis pemeriksaan.” Transparansi bukan hanya soal proses, tapi juga soal akses. Apakah hasil pemeriksaan akan diumumkan? Apakah ada potensi penetapan tersangka? Dan yang paling penting: apakah publik akan diberi ruang untuk memahami skema dugaan penipuan yang melibatkan dana publik dan distribusi pangan?
Kami di BandungKita.id akan terus mengawal proses ini. Karena dalam setiap kasus yang menyangkut BUMD, bukan hanya hukum yang diuji—tapi juga komitmen pemerintah terhadap keadilan dan akuntabilitas.





Comment