BandungKita.id, Bandung — Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali mengangkat isu sosial yang kerap luput dari perhatian: gaya hidup boros di kalangan masyarakat kelas menengah bawah. Dalam pernyataannya, Dedi menyoroti fenomena “kajeun teuing tekor asal kasohor”—istilah Sunda yang berarti rela merugi demi terlihat terkenal.
Menurut KDM, banyak masyarakat yang memaksakan diri untuk tampil mewah demi gengsi, meski secara finansial tidak mampu. “Mereka rela makan di luar setiap hari, padahal lebih hemat jika masak sendiri di rumah,” ujarnya.
Ia juga mengkritik perilaku pejabat publik yang gemar memamerkan gaya hidup mewah di media sosial, seperti liburan ke luar negeri atau makan di restoran mahal. Dedi menilai, hal ini bisa memicu masyarakat untuk meniru, meski harus berutang atau mengorbankan kebutuhan pokok.
“Pejabat itu harusnya jadi teladan. Kalau mereka pamer kemewahan, masyarakat jadi ikut-ikutan, padahal belum tentu mampu,” tegasnya.
Fenomena ini, lanjut KDM, menjadi salah satu penyebab kemiskinan terselubung di kalangan kelas menengah bawah. Ia mengajak masyarakat untuk kembali pada gaya hidup sederhana dan bijak dalam mengelola keuangan.
“Kasohor mah ulah jadi tujuan utama. Hirup kudu realistis,” tutup Dedi.(*)





Comment