Menggugat “Layar” lewat Teater Objek ‘IMANEN’: Kala De Majestic Jadi Ruang Kritik Distopia Digital​DATELINE:

BANDUNG, Bandungkita.id – Gedung bersejarah De Majestic di Jalan Braga bakal kembali saksi bisu lahirnya sebuah pertunjukan seni yang tidak biasa. Kali ini, sebuah pementasan bertajuk Teater Objek: “IMANEN” siap menggebrak panggung Kota Kembang pada Rabu, 10 Juni 2026, pukul 19.00 WIB.

​Bukan sekadar hiburan visual, “IMANEN” membawa misi investigasi kultural yang tajam terhadap realitas sosial hari ini.

Diproduseri dan disutradarai oleh sineas/seniman kawakan Deden J. Bulqini, dengan naskah yang ditulis oleh Faisal Syahreza, pertunjukan ini membedah hubungan ketergantungan manusia modern terhadap ‘objek’—yang dalam visual posternya disimbolkan secara kuat oleh sebuah televisi usang yang digenggam erat tangan misterius.

VIDEO PILIHAN

Gugatan Terhadap Ilusi Digital
​Istilah “Imanen” dalam ruang filosofis kerap dimaknai sebagai sesuatu yang berada di dalam diri, yang melekat dan tak terpisahkan. Melalui Teater Objek ini, sutradara tampaknya ingin memotret bagaimana teknologi dan media visual telah merangsek masuk, menetap, dan mengontrol kesadaran kolektif masyarakat hingga ke titik distopia.

​Pertunjukan ini menjadi krusial di tengah gempuran arus informasi Bandung hari ini, di mana batas antara realitas nyata dan simulakrah (realitas semu) kian kabur. Penonton diajak untuk tidak hanya menjadi konsumen pasif, melainkan kritikus atas realitas mereka sendiri.

BACA JUGA

​Kolaborasi ini kian solid dengan keterlibatan sederet nama besar lintas disiplin yang bertindak sebagai kolaborator, di antaranya Vicky Mono, Wail Irsyad, Fuad Jauharudin, hingga The Babam. Kehadiran mereka memberi sinyal kuat bahwa “IMANEN” akan menyuguhkan perpaduan teatrikal, eksplorasi bunyi, dan instalasi visual yang multidimensional.

​Akses Publik dan Dukungan Negara
​Menariknya, pertunjukan kelas satu yang sarat akan pesan edukasi dan kesadaran sosial ini dibuka untuk umum tanpa dipungut biaya alias Free Entry. Hal ini dimungkinkan berkat dukungan dari kementerian terkait melalui pendanaan Dana Indonesiaraya (Kementerian Kebudayaan), Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, serta LPDP.

BACA JUGA

​Langkah ini dinilai sebagai bentuk intervensi positif negara dalam mendukung ruang kreatif yang kritis dan reflektif di tingkat lokal, khususnya di Jawa Barat.

​Bagi masyarakat Kota Bandung yang ingin menyaksikan dan terlibat dalam ruang refleksi ini, penyelenggara menyediakan tautan reservasi resmi di

https://bit.ly/TeaterObjekIMANEN

Mengingat kapasitas gedung De Majestic yang terbatas, pemesanan tiket lebih awal sangat disarankan.
​Apakah “IMANEN” berhasil membongkar belenggu ilusi media yang selama ini mengungkung kesadaran kita? Jawabannya akan tersaji di atas panggung De Majestic, Rabu malam nanti. (BK/Red)

VIDEO PILIHAN

Comment