Persma Bandung Raya : Kebebasan Pers Belum Terwujud

BandungKita.id, BANDUNG – Puluhan Pers Mahasiswa se-Bandung Raya yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung (FKPMB) menggelar festival pers mahasiswa di gedung KPID Jawa Barat, Minggu, (10/2/2019). Acara tersebut digelar dengan maksud memaknai ulang hari pers nasional dan menyuarakan kebebasan pers.

“Perlu dicatat, kita tidak sedang merayakan hari pers nasional. Bagi kita, kebebasan pers masih belum terwujud. Maka, tidak layak dirayakan,” ungkap Sekjen FKPMB, Rian saat ditemui di lokasi acara.

Rian menjelaskan, acara tersebut terselenggara berangkat dari keresahan yang menurutnya mesti disuarakan bersama.

“Pers khususnya Persma masih sangat rentan mendapat tindakan represif dari aparat dan payung hukumnya pun masih abu-abu. Padahal, kerja-kerja jurnalistik baik itu oleh mahasiswa atau umum, adalah salah satu kerja pilar demokrasi,” ungkapnya.

Menurutnya, kebebasan pers di Indonesia masih belum terwujud meskipun perjuangan di era reformasi sudah dilalui.

Ilustrasi Hari Pers Nasional. (Istimewa)

“Baru baru ini di Bali, wartawan dibunuh. sebelumnya, di Jogja, Persma yang memberitakan pelecehan seksual malah dilaporkan ke Polisi. Di Bandung beberapa tahun lalu salah satu Persma di UIN Bandung mendapat tindakan represif dari aparat saat meliput aksi unjuk rasa,” paparnya.

Pada acara tersebut, pihaknya sengaja mengangkat tema ‘Oligarki Televisi’ dan ‘Payung Hukum Persma’ untuk mengedukasi peserta dan masyarakat yang hadir.

“Bagi kami, konten TV hari ini sangat tidak mendidik penontonnya. Belum lagi pemilik media TV berlomba mengkampanyekan partainya. Dari sana alasan kita mengangkat tema ini,” ujarnya.

Rian menambahkan, untuk membentuk kesadaran pers, perlu adanya literasi media.

“Sesuai dengan moto FKPMB sendiri, yakni, Literasi, Edukasi dan Advokasi,” jelasnya.

Atas tergelarnya acara tersebut, Rian mengatakan pihaknya mengucapkan terima kasih kepada KPID Jawa Barat atas kerjasamanya.

“Sebelumnya, kita berterimakasih kepada KPID Jawa Barat yang sudah memfasilitasi tempat hingga acara ini bisa tergelar,” ucapnya.

Festival tersebut diisi dengan rangkaian acara seperti, nonton bareng film mengenai Oligarki Media, pameran karya pers mahasiswa dan diskusi payung hukum pers mahasiswa. Festival tersebut dihadiri pula oleh seluruh pers mahasiswa se-Bandung raya dan diisi oleh beberapa pemateri dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Ikatan Jurnalis Televisi (IJTI).(Bagus Fallensky/BandungKita.id)

Editor : M Zezen Zainal M

Comment