by

Begini Strategi Dedi Mulyadi Menangkan Jokowi di Jabar

BandungKita.id, Bandung – Ketua tim kampanye daerah (TKD) capres dan cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin wilayah Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengaku optimistis pasangan Joko Widodo-Ma’ruf bisa meraih suara mayoritas di Jawa Barat pada pilpres 2019 mendatang.

Pria yang juga menjabat Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat itu mengakui Jawa Barat memang kembali akan menjadi daerah “pertarungan” utama pada pilpres mendatang. Sebagai daerah dengan jumlah pemilih terbanyak, Jawa Barat menjadi daerah prioritas perebutan suara capres dan cawapres.

Meski berat, Dedi yakin tim kampanye Jawa Barat mampu meraih simpati masyarakat Jabar untuk pasangan nomor urut 1 itu. Terlebih, peta koalisi pilpres 2019 sangat berbeda dengan pilpres 2014 lalu.

“Pada 2014, Pak Jokowi hanya menang di empat daerah dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Tapi saat ini berdasarkan riset, kita hampir berimbang (dengan Prabowo). Hanya beda tipis. Kami optimistis menang aaat ini,” kata Dedi kepada wartawan usai rapat konsolidasi TKD pemenangan Jokowi-Ma’ruf di Hotel Grand Pasundan, Bandung, Rabu (26/9/2018).

Mantan Bupati Purwakarta itu mengungkapkan pada Pilpres 2014 silam, Jokowi hanya menang di Kabupaten Subang, Cirebon, Indramayu dan Pangandaran. Sedangkan, 23 kabupaten/kota lain di Jawa Barat dimenangkan Prabowo Subianto.

Untuk merealisasikan target kemenangan di Tanah Pasundan, Dedi mengaku memiliki strategi khusus. Salah satunya, ia mengaku telah menginstruksikan semua anggota tim pemenangan maupun relawan agar tidak menggunakan cara-cara curang dan provokatif.

“Saya tekankan ke tim kampanye agar tidak boleh kampanye dengan cara menyerang calon lain. Tidak boleh menceritakan masa lalu orang lain. Karena kalau menyerang itu akan menimbulkan antipati dari masyarakat. Kami akan menggunakan cara-cara elegan,” ujar Dedi yang mengenakan ikat kepala khas sunda.

Selain mengandalkan tim kampanye, sambung Dedi, pihaknya akan memaksimalkan peran para kepala daerah yang tergabung dalam partai koalisi yang terdiri dari PDIP, Golkar, Nasdem, Hanura, PKB, dan PPP.

“Kami punya banyak kepala daerah dan wakil kepala daerah yang bisa mempengaruhi pemilih,” kata dia.(mohammad zezen zainal)

Comment