oleh

Ibu dan Dua Anak Tewas di Cimahi, PLN di-Bully Netizen : Begini Kata PLN

BandungKita.id – Peristiwa kebakaran yang terjadi di Kampung Babut Tengah, Kelurahan Cibabat, Kota Cimahi, Kamis (11/10) malam menyedot perhatian publik lantaran kebakaran yang menewaskan seorang ibu muda dan dua anaknya itu disebabkan oleh lilin.

Lilin yang dipasang pemilik rumah, Hamdan, membakar seisi rumah hingga menewaskan istrinya, Nurhayati, dan dua anaknya, Alma (11) dan Hana (3).

Warga dan pengguna media sosial menyalahkan PLN lantaran pemadaman listrik yang dilakukan menyebabkan kebakaran yang menimbulkan korban jiwa.

Supervisor Teknik PLN Area Cimahi, Ari Bhayangkara, mengungkapkan pemadaman yang terjadi malam tadi bukan karena pemeliharaan atau gangguan lokal, melainkan disebabkan oleh interkoneksi dari pembangkit Cilacap, Muara Tawar, Paiton, dan Indramayu.

“Betul tadi malam ada pemadaman, karena sempat melepaskan beban di Penjulang Cimahi dari pukul 19.00 sampai 22.00. pemadaman karena interkoneksi dengan pembangkit Cilacap dan Paiton, jadi dampaknya Jawa Bali. Kami defisit sekitar 22 MW,” ungkap Ari saat ditemui di Kantor PLN Kota Cimahi, Jumat (12/10).

Pemadaman semalam bersifat kondisional dan tak bisa diprediksi. Jika tidak dilakukan pemadaman, maka area Cimahi bisa padam lebih luas lagi.

“Kalau tidaka padam, pasti area Cimahi akan black out atau padam total. Secara sistem memang kami juga merasa berat dengan adanya pemadaman seperti ini, tapi memang sudah ketentuannya seperti itu,” tuturnya.

Terkait kejadian pemadaman listrik hingga kebakaran menyebabkan korban jiwa, pihaknya meminta masyarakat meminimalisir penggunaan lilin dan beralih menggunakan emergency lamp.

“Memang sudah seharusnya menggunakan emergency lamp. Tapi kalaupun menggunakan lilin, masyarakat mesti memperhatikan faktor keamanan, seperti simpan lilin jauh dari barang mudah terbakar, kalau tidur lebih baik dimatikan,” tandasnya.(SDK/BandungKita.id)

Komentar