by

BPJS Kesehatan Menunggak Hingga Rp 10 Miliar, Pelayanan RSUD Cibabat Kena Dampak : Pasien Jadi Korban?

BandungKita.id, CIMAHI – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat Kota Cimahi, terpaksa harus merogoh uang kas dari internalnya sendiri untuk menutupi semua biaya pengeluaran dan operasional rumah sakit, seperti pembayaran obat dan jasa pelayanan medis.

Hal tersebut dilakukan RSUD Cibabat sebagai dampak tunggakan klaim pelayanan BPJS Kesehatan oleh RSUD Cibabat hingga kini belum dibayarkan BPJS sehingga menghambat perputaran uang di rumah sakit.

Wakil Direktur RSUD Cibabat, Richard Nicholas mengungkapkan, tunggakan klaim BPJS Kesehatan terjadi sejak bulan Juli. Rata-rata klaim yang harus dibayarkan kepada RSUD Cibabat mencapai Rp 8 hingga Rp 10 miliar per bulan.

Sedangkan biaya operasional rumah sakit dalam sebulan rata-rata mencapai Rp 8 miliar sampai Rp 9 miliar.

“Pasti berdampak. Tapi apapun dampaknya kita harus tetap melayani. Pelayanan harus prima. Karena kita berhubungannya langsung dengan masyarakat,” ujar Richard kepada BandungKita.id di Cimahi, Selasa (23/10).

BACA JUGA :

Dampak dari tunggakan pembayaran BPJS itu mulai dialami sebulan ini. Dampak yang sudah terasa, kata dia, ialah pembelian obat-obatan terpaksa menunggak.

“Terus pelayanan penunjang medisnya itu juga terganggu, seperti farmasi, radiologi, rekam medis dan yang lain. Sedangkan itu semua unsur penting penunjang medis seorang pasien,” tuturnya.

Tak hanya penunjang medis dan operasional pelayanan, insentif pegawai rumah sakit juga sempat beberapa bulan mengalami kendala pembayaran. Untuk menutupinya, kata Richard, pihaknya menggunakan dana kas RSUD Cibabat.

“Kita ambil dari dana yang kita miliki. Yang belum digunakan ya kita pakai dulu bayar jasa pelayanan medisnya dan gaji pegawai,” jelasnya.

Kendati demikian, ke depannya pihaknya tak mungkin selalu mengandalkan dana kas tersisa untuk menutupi biaya operasional rumah sakit. Pihak RSUD Cibabat berharap BPJS Kesehatan segera menyelesaikan kewajibannya.

“Mengingat persediaan kita juga sudah menipis maka tunggakan ini mesti segera diselesaikan. Kita tidak bisa terus mengandalkan dana talangan,” bebernya.

Sebagai langkah antisipasi, RSUD Cibabat saat ini tengah mengkaji kerja sama dengan perbankan untuk penyediaan dana sesuai klaim dari BPJS Kesehatan. Opsi itu ditawarkan pihak BPJS Kesehatan.

“Kalau kita menggunakan jasa bank berarti beban bunga yang diberikan itu tidak lebih besar dari pada tunggakan yang akan dibayarkan oleh BPJS,” tegasnya. (SDK/BandungKita.id)

Comment