by

Yuk Rutin Salat Dhuha! Ini 7 Keutamaan dan Rahasia Salat Dhuha

BandungKita.id, KAJIAN ISLAM – Salah satu kewajiban umat Islam adalah salat. Tidak hanya salat yang wajib, Islam juga menganjurkan umatnya untuk melaksanakan ibadah sunnah seperti salat dhuha.

Salat dhuha adalah salat yang dikerjakan pada waktu dhuha atau antara waktu setelah matahari terbit hingga sebelum tengah hari atau sebelum waktu zuhur.

Salat dhuha merupakan salah satu di antara salat-salat sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Banyak sekali penjelasan hadits yang telah menyebutkan berbagai keutamaan dan keistimewaan salat dhuha bagi siapa saja yang melaksanakannya.

Berikut BandungKita.id rangkum tujuh keutamaan dan rahasia salat dhuha yang harus kamu ketahui, cekidot :

1. Pahalanya seperti bersedekah

Mengerjakan salat dhuha memiliki nilai yang sama seperti nilai amalan seperti keutamaan sedekah. Sedekah yang dimaksud adalah sedekah yang diperlukan oleh 360 persendian tubuh kita terlebih jika kita ikhlas mengerjakannya. Orang yang mengerjakan salat dhuha akan memperoleh pahala sebanyak persendian itu. Sebagaimana hadist Rasulullah saw, yang berbunyi :

“Di setiap sendi seorang dari kamu terdapat sedekah, setiap tasbih (ucapan subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (ucapan Alhamdulillah ) adalah sedekah,s etiap tahlil (ucapan lailahaillallah) adalah sedekah, setiap takbir (ucapan Allahu akbar) adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah dari kemungkaran adalah sedekah. Dan dua rakaat dhuha sebanding dengan pahala semua itu.” (HR Muslim)

2. Dicukupi kebutuhan hidupnya

Salat dhuha yang dilakukan oleh seseorang di awal hari menjanjikan tercukupinya rezeki atau kebutuhan seseorang tersebut di akhir hari. Salat dhuha merupakan salat yang dilakukan untuk memohon rizki kepada Allah SWT. Hal tersebut ditunjukan oleh ketentuan waktu pelaksanaan dan tersirat dalam do’a yang dibaca setelah pelaksanaan shalat tersebut.

Selain itu, Allah juga berjanji pada setiap umat Islam yang rajin melaksanakan salat dhuha untuk mencukupi apa yang menjadi kebutuhannya, setidaknya kebutuhannya di sore atau di akhir hari. Dengan janji-Nya tersebut, Allah sebenarnya ingin memberikan balasan dan imbalan atas kesediaan hamba-Nya untuk mengingat diri-Nya di waktu dhuha dengan memenuhi apa-apa yang menjadi kebutuhan dia sepanjang hari itu. Janji Allah tersebut dapat ditemukan dalam sebuah hadist qudsi. Rasulullah saw. Yang bunyinya :

“Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla berfirman: “Wahai anak Adam, cukuplah bagi-Ku empat rekaat di awal hari, maka Aku akan mencukupimu di sore harimu”

3. Meraih Ghanimah atau keuntungan yang lebih cepat

Orang yang dengan tekun mengerjakan salat dhuha akan memperoleh ghanimah atau keuntungan yang lebih cepat atas izin Allah SWT. Hal ini terjadi di zaman Rasullullah di mana Rasul membandingkan orang-orang mukmin yang melaksanakan salat dhuha dengan mujahid yang berangkat bertempur ke medan perang yang berjarak dekat dengan tampat tinggal mereka lalu kembali lagi dengan cepat ke tempat asalnya dengan membawa ghanimah (rampasan perang) yang banyak dan tentunya kemenangan. Hal ini merupakan motivasi untuk mengerjakan amal ibadah serta usaha untuk bertawakkal kepada Allah SWT karena manfaat tawakkal amatlah besar.

4. Diganjar dengan rumah di surga

Orang yang selalu bersedia meluangkan waktunya untuk melaksanakan salat dhuha 12 rakaat di awal hari akan dijanjikan ganjaran oleh Allah berupa sebuah rumah indah yang terbuat dari emas kelak di akhirat. Hal ini menurut Anas Bin Malik yang mendengar bahwa Rasulullah sawbersabda :

“Siapa saja yang salat dhuha 12 rakaat, Allah akan membuat untuknya sebuah istana yang terbuat dari emas di surga” (HR. Ibnu Majah)

5. Mendapat pahala haji dan umrah

Orang yang melaksanakan salat dhuha dengan tekun akan mendapatkan pahala haji dan umrah sempurna. Dari Anas ra berkata, Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang mengerjakan salat fajar (shubuh) berjamaah, kemudian ia (setelah usai) duduk mengingat Allah hingga terbit matahari, lalu ia salat dua rakaat (Dhuha), ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah; sempurna, sempurna, sempurna”

6. Menggugurkan dosa

Salat dhuha akan menggugurkan dosa-dosa orang yang rutin melakukan ibadah salat dhuha meskipun dosanya itu sebanyak buih di lautan. Berikut hadist yang memperkuat hal ini. Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda,

“Barangsiapa yang menjaga salat dhuha, maka dosa-dosanya diampuni walaupun dosanya itu sebanyak buih dilautan” (HR. Tirmidzi)

7. Dibuatkan pintu khusus di surga

Keutamaan lain yang dijanjikan Allah bagi orang yang tekun mengerjakan salat dhuha adalah bahwa dia akan dibuatkan pintu khusus di surga kelak, yakni pintu yang dinamakan pintu dhuha. Dengan demikian maka jelaslah bahwa orang yang tekun mengerjakan salat dhuha memiliki kedudukan yang tinggi di mata Allah SWT hingga dibuatkan pintu tersendiri untuk memasuki surga, tidak memandang apakah ia muslim sejak lahir maupun mualaf.

Rasulullah bersabda: Dari Abu Hurairah ra, Nabi Muhammad saw bersabda:

“sesungguhnya di surga ada salah satu pintu yang dinamakan pintu dhuha, bila datang hari kiamat malaikat menjaga surga memangil; mana ia yang melazimkan salat Dhuha? Inilah pintu kalian maka masukilah dengan kasih sayang Allah” (HR.Thabrani)

Berikut Allah memberikan kedudukan yang istimewa bagi orang-orang yang melaksanakan dhuha berdasarkan dengan jumlah rakaatnya:

Orang yang mengerjakan dua rakaat salat dhuha akan tercatat sebagai orang yang tidak lalai
Orang yang mengerjakan empat rekaat salat dhuha tercatat sebagai orang yang muhsinin (berbuat baik)
Orang yang mengerjakan emam rekaaat salat dhuha akan tercatat sebagai hamba yang taat
Orang yang mengerjakan salat dhuha delapan rakaat tercatat sebagai hamba yang juara (Sukses)
Orang yang mengerjakan dua belas rekaat salat dhuha akan dibuatkan sebuah rumah yang indah disurga

Sebagaiman hadist yang menerangkan bahwa Rasulullah saw bersabda:

Dari Abi Dzar ra, Rasulullah saw bersabda, “Bila engkau melaksanakan dua rekaat shalat Dhuha maka engkau tidak dicatat sebagai hamba yang lalai, atau empat rekaat maka engkau akan dicatat sebagai hamba yang muhsinin (berbuat baik), atau enam rakaat engkau akan dicatat sebagai hamba uang taat, atau delapan maka engkau akan dicatat sebagai hamba yang juara (Sukses), atau sepuluh maka pada hari ini dosamu tidak dicatat, atau dua belas rakaat maka Allah akan membangunkan rumah di surga”. (ZEN/BandungKita.id)

(sumber:dalamiislam)

Comment