Mahasiswi Sering Jadi Korban Pelecehan Seksual di Kampus, Begini Cara Jitu Menghindarinya Menurut Aktivis Perempuan

BandungKita.id, BANDUNG – Dewan Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD) Bandung menggelar diskusi dengan tema Pelecehan Seksual di Dunia Pendidikan. Diskusi digelar di aula Fakultas Syariah dan Hukum, Jalan AH Nasution Kota Bandung, Jumat (12/14/2018).

Salah satu pemateri, Mirda Tiarasari menjelaskan tentang cara untuk menghindari pelecehan seksual di dunia pendidikan khususnya kampus. Menurut Mirda, cara yang paling jitu untuk menghindari pelecehan seksual yaitu dengan cara tidak berduaan bersama lawan jenis meskipun untuk kepentingan akademis

“Misalkan kalau ada mahasiswi mau bimbingan dengan dosen laki-laki mintalah ke dosen tersebut agar bimbingannya di tempat yang bisa terlihat oleh orang lain,” jelas Mirda.

BACA JUGA :

Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum Yakin Pelajar Jabar Mampu Bersaing di Era Revolusi Industri 4.0, Ini Alasannya

Selain itu, kata Mirda, untuk mahasiswi khususnya, sangat dianjurkan menyimpan nomor kontak orang-orang terdekat baik itu teman atau saudara yang bisa melakukan pertolongan ketika ada ancamana pelecehan seksual.

“Korbannya kan kebanyakan mahasiswi, kalau misal terjadi anacaman atau tindakan yang mengarah pada pelecehan seksual langsung hubungi kontak orang-orang yang bisa bertindak cepat, misalnya hubungi teman dekat atau teman sekelas,” kata aktivis dari Jaringan Relawan Independen (Jari) tersebut.

Selain itu, Mirda juga mengatakan kasus pelecehan seksual di Indonesia sudah sangat parah. Pihaknya mencatat berdasarkan data Komnas Perempuan pada tahun 2016 ada 259.150 kasus dan pada 2017 meningkat jadi 348.446 kasus.

Dalam dunia pendidikan, Mirda mengatakan, salah satu penyebab pelecehan seksual adalah adalah adanya oknum yang memanfaatkan otoritas untuk melakukan hal yang seharusnya tidak dilakukan.

“Kalau di kampus contoh yang punya otoritas itu dosen ke mahasiswa, kalau di organisasi itu senior ke junior,” ujarnya. (TRH/BandungKita.id)

Comment