oleh

Keren! Dibiasakan Membaca Buku di Sekolah, Siswa SDN 137 Cijerokaso Bandung Terbitkan Buku Antologi Puisi

BandungKita.id, BANDUNG – Siswa Sekolah Dasar Negri 137 Cijerokaso, Kelurahan Sarijadi, Kecamatan Sukasari Kota Bandung menghimpun 100 lebih karya tulis dalam buku antologi puisi berjudul Pelangi Disenja Hari

Salah seorang penulis, Nazwa Rahayu mengatakan dirinya sangat bangga bisa memiliki karya yang dibukukan.

“Saya sangat senang bisa menulis, saya menulisnya puisi, biasanya dua puisi per hari, puisinya kebanyakan tentang guru,” ungkap siswa kelas 5 SD tersebut saat ditemui pada acara Peluncuran Inovasi Pendidikan Dinas Pendidikan Kota Bandung di Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang Kota Bandung, Sabtu (15/12/2018).

Semantara itu, Kepala Perpustakaan SDN 137 Cijerokaso, Eva Riyanti mengatakan karya yang diterima sebetulnya lebih dari seratus, namun karena adanya seleksi, akhirnya hanya sekitar seratus karya yang dibukukan.

“Tapi karena kita ingin tetap memotivasi siswa lainnya, karya yang belum dimuat pada buku pertama ini akan dimuat insya Allah di edisi kedua nanti,” ungkapnya

Semua siswa di SD N 137 Cijerokaso, kata Eva, memiliki program wajib untuk siswa yakni membaca buku bebas selama 15 menit setiap hari Selasa dan mempersilahkan sebagian siswa menceritakan hasil bacaannya di hadapan siswa lain.

“Saya kira soal literasi itu sangat penting terlebih hari ini dengan gempuran arus teknologi banyak siswa yang akhirnya terdampak negatif dan tidak akrab denagn literasi,” kata Eva.

Selain membuat buku dan membaca bersama, ada pula kegiatan siswa berpantun di sekolah tersebut. Hal ini, kata Eva, tak kalah penting dilakukan karena pantun adalah salah satu kekayaan bahasa Indonesia.

“Selain buku dan membaca bersama kita membudayakan pantun, teknisnya berbentuk penampilan siswa. Ini dilakukan seminggu sekali juga, awalnya hanya guru-guru tapi akhirnya anak-anak juga tertarik,” tutur perempuan yang tengah menempuh doktoral Program Ilmu Pendidikan, Universitas Islam Nusantara tersebut.

Dirinya menilai, kegiatan literasi bagi siswa perlu diawali oleh guru itu sendiri sehingga bisa menjadi contoh.

“Ya mau bagaimana pun juga guru harus punya karya, salah satunya tulisan, nanti semoga bisa menularkan semangat berkarya dan dicontoh sama siswa,” pungkas Eva yang sudah menulis lima buku tersebut.(TRH/BandungKita)

Komentar