oleh

Disbudpar Kota Bandung Optimis Kampung Wisata Bakal Layak Kunjung pada 3-4 Tahun ke Depan

BandungKita.id, BANDUNG – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari, optimis sejumlah kampung wisata Kota Bandung bisa layak dikunjungi dalam 3 sampai 4 tahun kedepan. Meskipun, menurut penelitian dari Pusat Perencanaan dan Pengembangan (P2Par) ITB kampung wisata di Kota Bandung perlu waktu sedikitnya 5 tahun untuk layak kunjung.

“Kata P2Par ITB, kampung wisata di Kota Bandung baru bisa layak kunjung itu 5 tahun kedepan, tapi saya kira kalau pengelolaan kampung wisata kita optimalkan, cukup 3-4 tahun saja,” Ujar Kenny pada peluncuran kampung Film, di kantor Kecamatan Arcmanik, Kota Bandung, Minggu, (16/12/2018).

Menurutnya, beberapa kriteria sebuah kampung wisata layak kunjung setidaknya perlu memenuhi aspek aksesibilitas, interaksi warga lokal, dan amenitas atau fasilitas penunjang selain akomodasi bagi wisatawan.

“Nah kami dari Disbudpar fokus pada pertunjukan apa yang sekiranya jadi penarik minat wisatawan, kita lakukan pelatihan, misalnya bagaimana cara pengelolaan even, mulai dari perencanaan sampai pemasaranya seperti apa,” kata Kenny.

Pihaknya juga meminta, agar para camat di kota Bandung bisa melibatkan masyarakat dalam mengembangkan Kampung Wisata.

“Kami berharap sejumlah kampung wisata yang telah diluncurkan di kota Bandung tidak sekedar peluncuran saja, tapi perlu adanya tindak lanjut dan pengelolaan yang optimal berbasis kemandirian masyarakat,” lanjut Kenny.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari membuka acara peluncuran Kampung Kreatif “Kampung Film” Kecamatan Arcamanik Kota Bandung. Minggu (16/12/2018). (TRH/BandungKita.id)

Mengenai pengelolaan kampung wisata secara mandiri oleh masyarakat, Kenny menyebut telah ada perwal yang mengaturnya dan sudah ditandatangani meski belum disebarluaskan.

“Sudah ada juga perwalnya, tapi saya lupa nomornya, sudah ditandatangani pak wali kota juga, tinggal disebarluaskan, secepatnya, mungkin Minggu ini,” imbuhnya.

Sejauh ini, persoalan kampung wisata di kota Bandung, diakui Kenny masih mengalami kendela, yakni pengolahan database yang belum optimal sehingga sulit melakukan pemetan kecamatan mana yang berpotensi memiliki kampung wisata

“Jadi pada awalnya, kelemahan soal pengembangan kampung wisata ini adalah belum maksimalnya¬† database tentang potensi budaya dan ekonomi kreatif, padahal yang saya tahu menurut data-data dari Kementrian dan Bekraf potensi (kampung wisata) di Kota Bandung ini luar biasa, tapi kita sedang terus perbaiki,” pungkasnya.(TRH/BandungKita)

Komentar