by

Terkait Solusi Kemacetan Leuwigajah, Pemkot Cimahi Tunggu Realisasi Pembangunan ‘Double Track’ dari Pemprov Jabar

Bandungkita.id, BANDUNG – Kepala Bidang Lalu Lintas pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi, Endang, menilai kemacetan yang rutin terjadi di Bundaran Leuwigajah, Kota Cimahi, tidak akan selesai jika pembangunan ‘double track’ belum direalisasikan.

Pihaknya sejak beberapa tahun lalu mengajukan penambahan double track kepada pihak Provinsi Jawa Barat maupun pusat. Kabarnya, pembangunan akan direalisasikan tahun 2019.

“Sebelum dibangun jembatan double track akan selalu krodit, karena terjadi penyempitan di jembatan yang ada sekarang. Terakhir dapat kabar, 2019 siap dilakukan pengerjaan fisiknya,” ungkapnya saat ditemui di Kantor Pemerintahan Kota Cimahi, Senin (17/12).

Faktor lain yang turut menyumbang kemacetan tersebut adalah truk bertonase besar yang beroperasi di jam-jam sibuk. Padahal ada aturan mengenai jam operasional truk-truk tersebut.

Batasan operasional yang diberlakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi bagi truk bertonase besar maupun bus, yakni pada pukul 06.00-08.00 WIB dan pukul 16.00-18.00 WIB.

Endang mengatakan jika peraturan tersebut sejatinya sempat ditaati, namun hanya beberapa saat saja. Masih banyak pengemudi kendaraan besar yang melanggar batasan tersebut. Meski begitu, pihaknya tak bisa melakukan penindakan terhadap sopir yang melanggar aturan.

“Pertama diterapkan, truk bertonase besar memang hanya beroperasi di malam hari, tapi tidak lama. Akhirnya mereka kembali ke siang hari beroperasinya dan itu yang sulit ditertibkan. Banyak yang melanggar. Berkaitan dengan penindakan pelanggaran rambu dan jam operasional itu kewenangan polisi,” katanya.

Dijelaskannya, Dinas Perhubungan Kota Cimahi memiliki hak untuk menindak pelanggaran apabila dalam kegiatan Penegakan Hukum (Gakum) angkutan. Itupun harus dilakukan bersamaan dengan unsur TNI, polisi, dan Satpol PP.

“Dishub tidak memiliki kewenangan untuk pengaturan lalu lintas dengan penempatan petugas di lapangan,” bebernya.

Kemacetan yang biasa terjadi di sepanjang jalan Leuwigajah juga disebabkan oleh perilaku pengendara yang seenaknya ketika menepi, serta lapak para pedagang yang bahkan turut memakan bahu jalan.

“Seharusnya memang tidak boleh berjualan di pinggir jalan, karena itu kan kawasan tertib lalu lintas. Ya imbauannya agar masyarakat tidak seenaknya ketika akan berbelanja,” tandasnya. (SDK)

Comment